rilis-bumn

Arus Keluar Jabotabek Naik, Jasa Marga Monitor 136 Ribu Kendaraan Bergerak Jelang Libur Pilkada

Kamis, 28 November 2024 | 19:00 WIB
Sebanyak 136 ribu kendaraan meninggalkan Jabodetabek pada H-1 libur Pilkada. (DOK.Jasa Marga)

Kabar BUMN - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memonitor kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek pada H-1 Nasional Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) (26/11).

Hasilnya, tercatat sebanyak 136.297 kendaraan keluar Jabotabek.

Itu adalah angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari 4 Gerbang Tol (GT) Utama.

Baca Juga: Terletak di Kaki Gunung Rinjani, Ini Pesona Air Terjun Tiu di Lombok Utara

Antara lain GT Cikupa (ke arah Merak), GT Ciawi (ke arah Puncak), dan GT Cikampek Utama (ke arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (ke arah Bandung).

Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek naik 7,4% jika dibandingkan lalin normal sebesar 126.943 kendaraan.

Untuk realisasi distribusi lalu lintas meninggalkan Jabotabek menuju ke tiga arah yaitu dengan mayoritas sebanyak 55.213 kendaraan (40,51%) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 46.325 kendaraan (33,99%) menuju arah Barat (Merak) dan 34.759 kendaraan (25,50%) menuju arah Selatan (Puncak).

Baca Juga: Goes to Campus, PT DAHANA Perkenalkan Teknologi Bahan Peledak ke Pelajar SMK Adi Sanggoro Bogor

Adapun rincian distribusi lalin adalah sebagai berikut:

ARAH TIMUR (TRANS JAWA & BANDUNG)

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 25.806 kendaraan, naik sebesar 4,6% dari lalin normal.

Baca Juga: Pelindo Regional 4 Manado Bertransformasi Menjadi Pelabuhan yang Tertib, Nyaman, dan Digital

Lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 29.407 kendaraan, naik sebesar 15,5% dari lalin normal.

Total lalin meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 55.213 kendaraan, naik sebesar 10,1% dari lalin normal.

Halaman:

Tags

Terkini