Dalam proses ini, siswa dibimbing oleh guru dan tenaga profesional untuk menghasilkan produk bernilai jual tinggi.
Untuk mendukung pelatihan ini, PT Timah menyediakan berbagai alat, seperti bingkai batik dan cap batik untuk mendukung produksi kain batik.
Di sisi lain, peralatan seperti blender, alat pemeras jeruk, dan sealer diberikan untuk mendukung usaha UMKM di bidang minuman.
Kepala SLB Negeri Mentok, Arief Jananto, menyampaikan bahwa dukungan ini membantu siswa mempelajari berbagai keterampilan sekaligus menambah variasi motif batik yang mereka hasilkan.
Baca Juga: Bulog dan CT ARSA Foundation Salurkan 500 Paket Pangan untuk Penyandang Disabilitas
“Dengan pelatihan dari PT Timah, motif batik yang kami kembangkan kini lebih beragam, termasuk motif tari Melayu, Wisma Ranggam, Mentilin, hingga logo Timah."
*Harapannya, keterampilan ini dapat membuat siswa kami lebih mandiri,” ujar Arief.
Ia juga mengungkapkan harapan agar kolaborasi dengan PT Timah terus berkembang untuk mencakup lebih banyak aspek keterampilan lainnya.
Baca Juga: Telaga Nilam, Destinasi Underwater yang Memikat di Kuningan, Airnya yang Jernih Bak Cermin Alam
Sementara itu, Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung penyandang disabilitas melalui program-program sosial.
“Kami ingin memastikan penyandang disabilitas memiliki akses yang setara dalam pendidikan, ekonomi, dan perlindungan sosial."
"Program ini mencerminkan komitmen kami terhadap keberlanjutan dan inklusivitas,” jelasnya.***