Kabar BUMN – Fokus global kini mengarah pada transisi menuju pembangunan hijau yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Indonesia, dengan kekayaan sumber daya alamnya, memiliki peran strategis dalam menggerakkan inisiatif ini.
Dalam forum Mandiri Institute Insight 2024, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Eka Fitra, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menyelaraskan implementasi ESG (Environmental, Social, and Governance) global dengan kesiapan sektor keuangan dan bisnis domestik.
Baca Juga: Promo 12.12 KAI: Dapatkan Tiket Kereta Murah untuk Liburan Nataru di Access by KAI
"Acara ini merupakan hasil kajian Mandiri Institute bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait adopsi ESG di sektor swasta Indonesia," ujar Eka.
Kerja sama ini, yang telah berlangsung selama tiga tahun, telah menghasilkan tiga kajian utama tentang keberlanjutan di Indonesia.
Direktur Pengembangan Bisnis BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan apresiasi atas inisiatif ini.
Baca Juga: Poinmu, Hadiahmu: Yuk, Ikutan Poin Gembira Festival 2024! Telkomsel Siapkan Banyak Reward Menarik
Ia menyebutkan bahwa BEI terus mendukung pengembangan aspek ESG di pasar modal Indonesia bersama OJK dan pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia, sejalan dengan tren keberlanjutan global.
Sebagai bagian dari komitmen global menuju ekonomi hijau, Indonesia terus mempersiapkan diri menghadapi COP29 di Baku, Azerbaijan.
Baca Juga: TASPEN Raih Dua Penghargaan Top Digital Award 2024 atas Inovasi Teknologi dan Transformasi Digital
Target utamanya adalah mengurangi emisi karbon hingga nol pada tahun 2060 atau lebih cepat.
Dalam upaya ini, sektor perbankan, termasuk Bank Mandiri, memainkan peran penting.