”Produk Ayasea Frozen dari Mina Food Rembang diproduksi dengan kualitas premium dari ikan barakuda pilihan dan ikan segar dari laut pantura, karena di Rembang hasil tangkapan ikan melimpah.
Baca Juga: Konsisten Jaga Kualitas dan Mutu Semen, SIG Dianugerahi Peringkat Emas di Ajang SNI Award 2024
"Kami juga telah mendapatkan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) atau Good Manufacturing Practices (GMP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Erlina.
Namun, pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar yang sempat mengancam kelangsungan usahanya.
Berkat dukungan penuh yang diberikan oleh RB Rembang sejak 2020, Erlina berhasil mengatasi masa sulit tersebut hingga berkembang, membuka peluang baru, dan terus memproduksi produk berkualitas yang kian diminati lebih luas.
Baca Juga: Bangga! SIG dan Pertamina Lubricants Sukses Kembangkan Pelumas Open Gear dalam Negeri
Kini, Mina Food Rembang juga telah mengembangkan produk makanan ringan baru dengan merek Prasna, seperti keripik ikan layur, keripik ikan bilis, dan sumpia abon ikan.
Dalam sebulan, Mina Food mampu memproduksi ratusan kilogram produk olahan ikan dengan omzet yang mencapai belasan juta rupiah.
Erlina mengungkapkan bahwa dukungan RB Rembang sangat membantu dalam mengelola dan memasarkan produknya, khususnya dalam hal e-commerce untuk mengembangkan bisnis secara lebih efektif.
”RB Rembang juga memberikan edukasi kepada saya bahwa bisnis bukan sekadar menjual barang.
"Tapi diperlukan kemampuan memanfaatkan teknologi digital, sehingga kita sebagai UMKM lebih terbuka terhadap strategi untuk mengelola branding produk serta memperluas akses pasar.
"Terima kasih RB Rembang, semoga bisa membantu lebih banyak UMKM untuk maju," ujar Erlina.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni mengatakan, SIG bangga terhadap pencapaian Mina Food Rembang yang berhasil bangkit dari masa-masa sulit, hingga mampu mengembangkan usahanya.