"Dengan menggandeng startup inovatif, kami ingin memastikan bahwa ekosistem energi hijau di Indonesia terus berkembang dengan solusi yang progresif dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Baca Juga: Persiapan Maksimal, PLN Jamin Layanan Kelistrikan yang Andal untuk Libur Nataru
EVP Pengembangan Produk Niaga PLN Ririn Rachmawardini menyampaikan, salah satu tantangan utama dalam pengembangan kendaraan listrik adalah memastikan infrastruktur pendukung tersedia secara memadai.
PLN terus mengambil langkah proaktif untuk menjawab tantangan ini.
“Hingga Desember 2024, jumlah unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia telah mencapai 2.667 unit dan diproyeksikan akan terus bertambah hingga penghujung tahun ini.
Baca Juga: Meriah! PLN Mobile Gelegar Musik Prambanan 2024 Curi Perhatian 15 Ribu Penonton
"Dalam upaya akselerasi perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, PLN siap menargetkan sebanyak 1.100 SPKLU tambahan pada tahun 2025 mendatang,” ungkapnya.
Ririn menambahkan PLN juga telah menyiapkan layanan EV Digital Services (EVDS) yang terintegrasi dalam PLN Mobile untuk memberi kemudahan kepada pengguna EV dalam satu genggaman.
PLN terbuka untuk kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pembangunan infrastruktur SPKLU di berbagai wilayah Indonesia sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.
Baca Juga: PLN Gerak Cepat Pulihkan Kelistrikan Pascacuaca Ekstrem di Beberapa Wilayah Jawa Barat
CEO Maka Motors, Raditya Wibowo menyatakan bahwa kolaborasi dengan PLN memberikan ruang bagi startup untuk berkembang sekaligus mendukung inisiatif energi hijau yang lebih luas.
Terutama membantu startup menciptakan produk kendaraan listrik yang tidak hanya hemat energi, tetapi juga memiliki performa unggul.
"Kami yakin kolaborasi dengan PLN menjadi kunci strategis dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
"Dukungan ini memberikan kami ruang untuk berfokus pada pengembangan teknologi yang efisien dan sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,” ujar Raditya.