Korlantas memperkirakan peningkatan arus kendaraan sebesar 2,8% dibandingkan tahun lalu.
Baca Juga: Jelang Libur Akhir Tahun, ASDP Ingatkan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Sebagai langkah antisipasi, dua strategi utama akan diterapkan, yakni delaying system dan sharing pelabuhan.
Strategi ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama antara Kementerian Perhubungan dan Polri untuk memastikan distribusi arus kendaraan yang lebih efektif.
“Delaying system akan mengatur penampungan sementara kendaraan di buffer zone seperti rest area KM 43 dan KM 68 tol Tangerang-Merak, sementara pembagian pelabuhan akan diarahkan berdasarkan golongan kendaraan.
Baca Juga: ASDP Berbagi Kebahagiaan dengan Pasien Anak Hemodialisa Melalui Inspiration Day
"Pelabuhan Ciwandan juga disiapkan sebagai opsi tambahan jika terjadi lonjakan besar di Merak,” tambah Aan.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang kuat antara regulator dan mitra kerja dalam mempersiapkan layanan Nataru.
“Kami berkomitmen menghadirkan layanan prima bagi pengguna jasa selama Nataru.
Baca Juga: Pendapatan ASDP Terus Meningkat Berkat Transformasi Digital
"Kolaborasi antar-stakeholder ini menjadi kunci keberhasilan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, dan kelancaran perjalanan,” ungkap Heru.
Heru meminta kepada seluruh pengguna jasa kapal feri untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Bulan Desember hingga Januari diprediksi sebagai puncak musim hujan di berbagai wilayah Indonesia, termasuk di Jawa, Lampung, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan, berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca Juga: Makin Praktis, ASDP Resmi Terapkan Tiket Online Penyeberangan di Aceh Jelang Libur Nataru
Selain itu, ASDP juga mengimbau masyarakat untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas dengan membeli tiket penyeberangan jauh hari melalui aplikasi Ferizy atau platform online travel agent.