Sepuluh aspek tersebut di antaranya memastikan kesiapan operasional di gerbang tol, jalur dan rest area, pemenuhan seluruh substansi Standar Pelayanan Minimal (SPM), kondisi kehandalan perkerasan jalan, pemantauan dan pengendalian titik rawan kecelakaan dan bencana, serta pengawasan lokasi potensi kepadatan lalu lintas.
Dalam mendukung layanan operasional, Jasa Marga telah menyiagakan armada operasional di seluruh jalan tol di Indonesia sejumlah 514 unit kendaraan.
Kendaraan tersebut terdiri dari kendaraan derek, Mobile Customer Service (MCS), kendaraan ambulans, kendaraan rescue, kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), crane, dan mobile storing.
Selain itu, Jasa Marga juga menyiapkan 112 paket rambu contraflow dan 18.299 unit traffic cone untuk mendukung layanan lalu lintas.
Baca Juga: Peduli Sesama, Jasa Marga Ulurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sukabumi
Tak hanya itu, sarana pelayanan lalu lintas juga dilengkapi dengan sistem informasi dan komunikasi Jasa Marga Group yang terdiri dari implementasi Rest Area Management System (RAMS) yang saat ini terpasang 19 unit di 17 rest area.
RAMS akan memantau kapasitas parkir di dalam rest area, sehingga dapat dilakukan mitigasi terhadap rest area yang berpotensi penuh.
Ada pula implementasi Lane Control Signal (LCS) di Ruas Tol Jakarta-Cikampek sebanyak 5 titik, antara lain di KM 46+000A, KM 46+500A, KM 71+200A, KM 71+400B, dan KM 70+400B untuk mengarahkan pengguna jalan tol menggunakan lajur contra flow.
Baca Juga: Peduli Sesama, Jasa Marga Ulurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam di Sukabumi
Jasa Marga juga telah menambah radar traffic counting dari 149 titik menjadi 219 titik yang digunakan untuk menghitung volume kendaraan secara real time dan sebagai indikator pengambilan keputusan pelaksanaan rekayasa lalu lintas, serta CCTV deteksi insiden sebanyak 26 titik di ruas MBZ untuk percepatan deteksi kecelakaan.
Selain itu terdapat fitur journey pada aplikasi Travoy yang berfungsi sebagai asisten perjalanan dengan menginformasikan kondisi lalu lintas, kendala-kendala selama di perjalanan, serta lokasi rest area terdekat.
Jasa Marga juga telah menambah radar traffic counting dari 149 titik menjadi 219 titik yang digunakan untuk menghitung volume kendaraan secara real time dan sebagai indikator pengambilan keputusan pelaksanaan rekayasa lalu lintas dan juga CCTV deteksi insiden sebanyak 26 titik di ruas MBZ untuk percepatan deteksi kecelakaan.
Baca Juga: Jasa Marga Diganjar Penghargaan di Ajang Top 100 CEO & The 200 Leaders
Selain itu juga dilakukan optimalisasi pada aplikasi Travoy yang berfungsi sebagai asisten perjalanan dengan berbagai fitur yang menginformasikan kondisi lalu lintas dan memenuhi kebutuhan pengendara dalam perjalanan di jalan tol.