rilis-bumn

Dukung Ketahanan Industri Nasional, Krakatau Steel Siap Penuhi Kebutuhan Baja Nasional

Senin, 23 Desember 2024 | 06:30 WIB
Krakatau Steel siap penuhi kebutuhan baja nasional untuk dukung ketahanan industri Tanah Air (Dok. Krakatau Steel/wahyuindriyani7)

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza menyatakan bahwa industri baja memainkan peran penting dalam pembangunan nasional.

Baca Juga: Krakatau Steel Raih Kesepakatan Penjualan Hingga 38.500 Ton per Bulan

“Industri baja adalah sektor yang memainkan peran penting dalam kegiatan ekonomi.

"Khususnya industri logam, mengalami peningkatan tertinggi dibanding industri lainnya dan berkontribusi 5,9% untuk PDB pada sektor non migas,” ungkap Faisol.

Menyambung pernyataannya, Faisol mengatakan, pemerintah akan terus mendukung pertumbuhan industri baja melalui berbagai kebijakan agar utilitas baja meningkat dan mampu bersaing.

Baca Juga: Kementerian BUMN Dukung Krakatau Steel untuk Restrukturisasi dan Transformasi Bisnis

Kebijakan yang dimaksud seperti pengendalian impor, SNI pada produk baja, peningkatan TKDN, Tax Allowance, Tax Holiday, dan master list bahan baku.

Krakatau Steel optimistis dapat berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan baja nasional melalui transformasi, restrukturisasi lanjutan, pemulihan fasilitas produksi, maupun sinergi dengan para pemangku kepentingan.

Dengan permintaan baja nasional di tahun 2025 yang diperkirakan akan tumbuh pada kisaran 5,5% seiring dengan pertumbuhan perekonomian nasional serta sektor industri pengguna besi dan baja, maka Krakatau Steel berkomitmen untuk menjadi bagian dalam pemenuhan kebutuhan industri baja tersebut.

Baca Juga: Krakatau Steel dan Pertagas Perkuat Infrastruktur Pipanisasi BBM untuk Ketahanan Energi Nasional

“Dengan adanya geliat pertumbuhan di berbagai sektor seperti sektor konstruksi sebesar 5,48% (data BCI Central), pertumbuhan sektor manufaktur 6,4% (data Kemenperin RI), pertumbuhan sektor otomotif 17% serta keberlanjutan program infrastruktur pemerintah yang mencapai Rp400 triliun, maka industri baja nasional yang menyuplai kebutuhan dari berbagai sektor tersebut akan dapat pula berkontribusi pada pencapaian target pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 8%,” tegas Akbar.

Dengan sejarah panjang sebagai pionir industri baja nasional sebagai wujud pelaksanaan Proyek Baja Trikora yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno, Krakatau Steel terus berkomitmen mendukung perkembangan industri nasional yang mandiri, bernilai tambah tinggi, dan sebagai pendorong bagi pembangunan ekonomi nasional.

Akbar melanjutkan, Krakatau Steel akan kembali ke tujuan awal didirikannya oleh Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia sebagai perusahaan baja milik negara yang harus bisa menjamin produksi dan suplai baja berkualitas dengan harga yang terjangkau dan tersedia cukup untuk kebutuhan pembangunan dalam negeri bahkan internasional.

Baca Juga: Krakatau Steel Komitmen Dukung Pengembangan Infrastruktur dan Konstruksi di Indonesia

Dan kami sangat yakin dengan Presiden Republik Indonesia saat ini Bapak Prabowo Subianto beserta kabinet Merah Putih dengan Asta Cita-nya untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi 8%.

Halaman:

Tags

Terkini