rilis-bumn

Dirjen Laut: Pentingnya Koordinasi yang Solid untuk Kelancaran Layanan Penyeberangan selama Nataru

Senin, 23 Desember 2024 | 20:20 WIB
Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Antoni Arif Priadi menyatakan, pemerintah telah melakukan evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan layanan. (DOK. ASDP)

Diikuti kendaraan roda empat sebanyak 4.555 unit atau turun 13% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 5.230 unit. Sehingga total kendaraan sebanyak 9.659 unit, naik 2% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 9.473 unit.

Baca Juga: ASDP dan Kemenhub Gelar Mudik Natal Gratis 2024 dengan Ribuan Kuota, Daftarkan Diri Melalui Link Berikut

Selanjutnya, trafik kumulatif H-7 hingga H-3 untuk total penumpang dari Sumatera ke Jawa sebanyak 163.453 orang atau turun 8% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 177.737 orang.

Diikuti total kendaraan dari Sumatera ke Jawa: 39.129 unit, turun 7% dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 41.903 unit.

Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Yossianis Maricano, menyatakan kesiapan ASDP untuk memastikan operasional tetap lancar.

Baca Juga: Persiapan Nataru, ASDP Gencarkan Sosialisasi Pembelian Online Tiket ferry Melalui Ferizy

“Kami menyambut dengan hangat pengguna jasa dan memastikan kelancaran arus penyeberangan. ASDP akan terus berkoordinasi dengan stakeholder untuk memantau trafik dan memastikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jasa,” ujarnya.

Sebelumya, puncak arus mudik Natal 2024 diprediksi terjadi pada 22-23 Desember. Dengan demikian, ASDP bersama stakeholder masih mewaspadai peningkatan jumlah pengguna jasa pada hari Senin ini.

Sebelumnya Korlantas Polri memperkirakan peningkatan arus kendaraan sebesar 2,8% dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Dukung Simulasi Kesiapan Nataru, ASDP Pastikan Kelancaran Layanan Penyeberangan Merak-Bakauheni

Sebagai langkah antisipasi, dua strategi utama akan diterapkan, yakni delaying system dan sharing pelabuhan. Strategi ini diatur dalam Surat Keputusan Bersama antara Kementerian Perhubungan dan Polri untuk memastikan distribusi arus kendaraan yang lebih efektif.

Delaying system akan mengatur penampungan sementara kendaraan di buffer zone seperti rest area KM 43 dan KM 68 tol Tangerang-Merak, sementara pembagian pelabuhan akan diarahkan berdasarkan golongan kendaraan.

Adapun pelabuhan perbantuan yang dioperasikan untuk memecah kepadatan kendaraan pada periode Nataru ini adalah Pelabuhan Ciwandan, Banten dan juga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang melayani angkutan barang.***

Halaman:

Tags

Terkini