Kegiatan ini juga mendukung tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 14 yang berfokus pada perlindungan ekosistem laut.
Dalam pelaksanaannya, PERURI bekerja sama dengan Bumi Journey, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang aktif dalam upaya konservasi satwa laut.
Adi menambahkan, program ini tidak hanya berhenti pada pelepasan tukik.
"Kami berencana melanjutkan program ini dengan langkah-langkah seperti mendukung penanaman vegetasi pesisir, pengembangan habitat penyu, dan penyediaan fasilitas penangkaran."
Baca Juga: Dirjen Laut: Pentingnya Koordinasi yang Solid untuk Kelancaran Layanan Penyeberangan selama Nataru
"Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan," ujarnya.
Apresiasi dan Harapan Kolaborasi
Inisiatif ini juga mendapat apresiasi dari Andri, pengelola konservasi penyu di Pantai Saba.
“Kegiatan seperti ini tidak hanya membantu upaya konservasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan laut."
"Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi perusahaan lain,” katanya.
Melalui program TJSL ini, PERURI membuktikan diri sebagai perusahaan yang tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan.