Beban puncak selama Natal diprediksi mencapai 6.353 MW dan Tahun Baru sebesar 6.567 MW, sementara daya mampu pasok berada di angka 8.788 MW.
“Cadangan daya ini sangat cukup untuk di sistem Sumatra. Lalu untuk kesiapan energi primer, LNG ini sudah siap di mana untuk sistem Sumatra, LNG kita 20 HOP, untuk batu bara 23 HOP, dan BBM 26 HOP,” jelas Daniel.
Ia juga menambahkan bahwa monitoring kelistrikan dilakukan secara intensif melalui Kantor Induk Sumatra Control Center yang dilengkapi dengan Disaster Recovery Center.
Baca Juga: Program Inklusi Pertamina Memajukan Komunitas Difabel Sobat Istimewa Ubud
“Jika terjadi gangguan kelistrikan di control center di Pekanbaru, otomatis akan dialihkan ke pengatur beban di Keramasan (Palembang)."
"Secara rutin kami melakukan simulasi, jadi pengaturan sistem di Sumatra kami pastikan andal,” tutupnya.***