rilis-bumn

Pertamina Dorong Penguatan Komoditas Pangan Melalui Dukungan untuk 13 Kelompok Perhutanan Sosial

Sabtu, 28 Desember 2024 | 11:30 WIB
Pertamina dukung 13 kelompok perhutanan sosial dengan fokus penguatan pangan, peningkatan ekonomi lokal, dan pencapaian target SDGs melalui program Hutan Lestari. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN – PT Pertamina (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mendukung swasembada pangan melalui program Hutan Lestari.

Hingga 2024, program ini telah mengelola 891 hektar lahan dengan 337 kegiatan penanaman pohon.

Langkah strategis juga dilakukan bersama Kementerian Kehutanan melalui pendampingan intensif bagi 13 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: LRT Jabodebek Beroperasi Hingga Lewat Tengah Malam Saat Tahun Baru, Tarif Tetap Normal

Program ini mendukung target swasembada pangan nasional yang sejalan dengan program Asta Cita Pemerintah.

Dari 13 KUPS yang didampingi, 12 di antaranya fokus pada produksi pangan seperti padi, buah-buahan, madu, gula semut, hingga kopi.

Sebagian besar hasil produksi ini termasuk dalam kategori Komoditas Pangan Strategis Nasional, seperti beras, gula, minyak kelapa, dan ikan.

Baca Juga: Dijuluki Scar Reef, Ombak di Pantai Ini Jadi Sekolah Surfing Alami untuk Anak-anak Sumbawa Barat

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan pentingnya program ini dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional.

“Melalui program Perhutanan Sosial, KUPS diharapkan mampu memaksimalkan lahan hutan untuk meningkatkan produktivitas pangan."

"Salah satu contohnya adalah KUPS Margo Rukun Bestari di Lampung yang sukses memproduksi kopi ramah lingkungan, madu, pupuk organik, dan bibit tanaman produktif,” jelas Fadjar.

Baca Juga: Ditutup 31 Desember! Masih Ada Kesempatan untuk Ikutan Poin Gembira Festival 2024 dari Telkomsel

Pendampingan yang dilakukan Pertamina meliputi pelatihan teknis, akses pendanaan, dan penguatan kelembagaan.

Teknologi ramah lingkungan juga diintegrasikan pada seluruh tahap produksi, mulai dari pembibitan hingga pemasaran.

Halaman:

Tags

Terkini