Direktur Operasi Pertamina Foundation, Yulius S Bulo, menambahkan, sebagai mitra pelaksana Program BSBK, Pertamina Foundation mewajibkan para penerima beasiswa melaksanakan Aksi Sobat Bumi untuk memupuk semangat keberlanjutan pada kalangan generasi muda.
“Sesuai namanya ‘Sobat Bumi’, hal utama yang kami tanamkan lewat beasiswa ini adalah rasa cinta terhadap bumi.
"Untuk itu, kami wajibkan setahun dua kali melakukan Aksi Sobat Bumi bagi seluruh penerima beasiswa dalam ekosistem Sobat Bumi,” terang Bulo.
Dengan aksi ini, lanjut dia, para peserta dilatih kegiatan pelestarian lingkungan dan bagaimana membangun jejaring.
”Karena itu kami wajibkan mereka untuk melakukan aksi bersama komunitas-komunitas lingkungan dan masyarakat lokal," tambah Bulo.
Aksi Sobat Bumi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (pendidikan berkualitas) dan Tujuan 13 (penanganan perubahan iklim), serta berkontribusi terhadap upaya pencapaian net zero emission 2060.
"Melalui Aksi Sobat Bumi ini, kami merasakan pengalaman berharga berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kami berharap bahwa apa yang kami lakukan dapat memberikan dampak positif bagi bumi dan juga ekonomi masyarakat setempat di masa depan,” ungkap Zahratul Sa’diyah, mahasiswi penerima BSBK dari Universitas Mulawarman.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi, Pertamina EP Jatibarang Field Salurkan Ratusan Buku di Indramayu
Program BSBK memberikan dukungan penuh bagi penerimanya, mulai dari biaya pendidikan (SPP/UKT), biaya hidup, hingga pengembangan kapasitas berwawasan lingkungan.
Selain itu, penerima beasiswa juga akan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, seperti program Aksi Sobat Bumi dan Desa Energi Berdikari Sobat Bumi (DEB SoBI).
Tahun 2024 merupakan tahun perdana pelaksanaan Program BSBK sebagai bagian dari komitmen PHI yang berkolaborasi dengan Pertamina Foundation dalam menciptakan sumber daya manusia berkualitas untuk Indonesia Emas 2045.
Tahun ini Program BSBK memberikan beasiswa kepada 15 putra-putri Kalimantan dari keluarga prasejahtera.