Maka dari itu, Hutama Karya mengambil langkah tegas untuk tidak membuka jalur yang belum memenuhi standar keselamatan, sejalan dengan komitmen perusahaan untuk mengutamakan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Hutama Karya juga memohon dukungan penuh dari masyarakat Provinsi Aceh, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah untuk mempercepat proses pembebasan lahan.
Kolaborasi semua pihak sangat penting untuk memastikan proyek ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Penyelesaian proyek ini memerlukan sinergi antara Hutama Karya, pemerintah, dan masyarakat setempat.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk mendukung kelancaran proses ini, sehingga tol ini dapat berfungsi optimal dan segera beroperasi sepenuhnya mendukung pembangunan ekonomi di Aceh,” tutup EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim.
Hutama Karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berkendara sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku di jalan tol.
Berkendara dengan kecepatan maksimum 60 km/jam, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
Baca Juga: DPLK BNI Luncurkan Website Baru dengan Fitur Inovatif dan Informasi Lebih Lengkap
Pengguna jalan juga diminta untuk segera beristirahat di tempat istirahat terdekat apabila merasa mengantuk.
Apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol, agar segera melapor ke Call Centre Tol Sigli – Banda Aceh di 0821-6434-6434.***