Contohnya adalah kerja sama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat serta studi bersama Universitas Gadjah Mada dan Universitas Padjadjaran.
Baca Juga: Waskita Karya Targetkan Bendungan Jlantah Siap Rampung Awal 2025, Jadi Harapan Baru Ketahanan Pangan
Jam Pasir: Program Unggulan di Karawang
Salah satu inisiatif unggulan adalah Jam Pasir (Jaga Alam Melalui Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) di Desa Sukajaya, Karawang.
Program ini berhasil mengembalikan 3,62 hektare lahan yang hilang akibat abrasi, menanam lebih dari 47 ribu bakau, dan menyelamatkan 860 warga pesisir dari ancaman abrasi.
Baca Juga: Selamat Tahun Baru 2025! Rayakan dengan Twibbon Keren Ini
Hutan mangrove yang dihasilkan kini menjadi habitat bagi 28 spesies flora dan 52 spesies fauna, sekaligus mampu menyerap 18,3 ton CO2eq per tahun.
Dari sisi ekonomi, kelompok ekowisata lokal mencatat pendapatan Rp142 juta per tahun, sementara UMKM meningkat hingga Rp52 juta per tahun.
Fokus pada Lingkungan dan Pendidikan
Baca Juga: PLN EPI Juara Inovasi Digital, Raih Tiga Penghargaan IDIA Tahun 2024
Selain mitigasi abrasi, PHE ONWJ melaksanakan program pengelolaan sampah di beberapa desa di Karawang serta revitalisasi PAUD di Muara dan Sumberjaya.
Program-program ini mencerminkan komitmen PHE ONWJ dalam memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir.
“Semua program yang kami jalankan adalah bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, dan kami berkomitmen untuk terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi kami,” tutup Ery.
Dengan langkah nyata ini, PHE ONWJ tak hanya menjadi pelopor dalam industri energi nasional, tetapi juga agen perubahan yang mendukung pencapaian SDG’s di Indonesia.***