Tujuannya adalah untuk mengurangi kadar CO2, H2S dan air, agar sesuai spesifikasi penjualan gas yang termaktub dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) eksisting di wilayah Jawa Barat.
Baca Juga: ITDC Tingkatkan Pariwisata Ramah Lingkungan di The Mandalika dengan Penanaman Pohon
“Teknologi baru yang diimplementasikan dalam mendesain AGRU dengan amine system ini merupakan yang pertama di dunia, yang akan mengolah gas dengan kadar CO2 sebesar 65% mole,” jelas Afwan.
Di sisi lain, tingginya kadar CO2 membuka peluang bagi Pertamina EP untuk mengembangkan lapisan gas dari oil rim (zona minyak tipis di bawah gas) melalui metode Carbon Capture, Utilization & Storage (CCUS).
Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian target emisi nol bersih (net zero emission).***