Selain itu, pendekatan IBM dalam mengembangkan AI yang berpusat pada manusia (human-centered approach) dan prinsip-prinsip etika untuk tata kelola data akan membantu Telkom membangun kepercayaan pelanggan terhadap teknologi AI Telkom.
Baca Juga: Pertamina Hulu Energi Raih Gold Rank di ASRRAT 2024, Bukti Komitmen pada Keberlanjutan
Prinsip-prinsip ini menegaskan bahwa AI dirancang untuk meningkatkan kecerdasan manusia, memastikan bahwa wawasan yang dihasilkan dari data tetap menjadi hak penciptanya.
Selain itu, teknologi AI harus bersifat transparan, mudah dipahami, dan bebas dari bias yang dapat merugikan, sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat luas.
Presiden Direktur IBM Indonesia Roy Kosasih mengatakan, “Kami siap berkolaborasi dengan Telkom dengan keahlian kami di etika AI serta pemahaman mendalam tentang use-case berbagai industri untuk membantu transformasi teknologi dalam mengembangkan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Panglima TNI Kunjungi PT Pindad, Tinjau dan Uji Performa Senjata Andalan
"Kita semua memiliki tanggung jawab memastikan AI tidak hanya membuka berbagai peluang tetapi juga merupakan kontribusi untuk masa depan dengan kesejahteraan merata," lanjutnya.
Kemitraan strategis antara Telkom dan IBM ini diharapkan mampu menjadi katalisator dalam mempercepat transformasi ekonomi Indonesia.
Dengan memanfaatkan teknologi AI, kolaborasi ini tidak hanya mendorong lahirnya inovasi baru, tetapi juga meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan daya saing Indonesia di kancah ekonomi digital global.***