Sedangkan TMII, yang mengusung konsep hijau dan inklusif, mencatatkan peningkatan kunjungan signifikan hingga 62% selama liburan akhir tahun lalu.
Baca Juga: Bukit Halimun Salak, Bogor, Hadirkan Kesegaran Pegunungan Tanpa Harus Mendaki ke Puncak
Dalam sektor aviasi, transformasi signifikan dilakukan melalui dua subholding, yaitu InJourney Airports dan InJourney Aviation Services (IAS).
Bandara seperti Soekarno Hatta dan Ngurah Rai menjadi pilot project untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dengan pendekatan berbasis data, infrastruktur modern, dan layanan yang berfokus pada pelanggan.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, InJourney terus mendorong pariwisata yang ramah lingkungan melalui program berbasis SDGs.
Baca Juga: Lowongan Magang BUMN di PT Waskita Karya untuk Mahasiswa Akuntansi
Maya Watono menambahkan, “Kami berkomitmen menciptakan masa depan berkelanjutan di mana pariwisata berkembang bersama komunitas lokal dan lingkungan.”
InJourney menekankan tiga pilar utama dalam programnya, yaitu edukasi, lingkungan, dan pengentasan kemiskinan, untuk membangun pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
Berbagai program promo juga dihadirkan untuk pelanggan, seperti diskon tiket masuk Candi Borobudur, Prambanan, dan TMII, serta promo belanja di Sarinah dan bandara-bandara di bawah InJourney.
Baca Juga: Komitmen Hijau PEPC JTB: 157 Ribu Pohon Ditanam untuk Masa Depan Berkelanjutan
Maya menutup dengan apresiasi kepada masyarakat atas dukungannya dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.***