Pelatihan ini menghadirkan narasumber berpengalaman untuk berbagi ilmu kepada para peserta.
Baca Juga: Rayakan Imlek di Museum Mandiri Jakarta, Ada Immersive Exhibition LunarSiva
Nurhidayah dari DP3AKB menjelaskan pentingnya pemberdayaan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus.
"Anak-anak dengan disabilitas memiliki hak yang sama untuk berkembang dalam lingkungan yang penuh kasih dan pemahaman," ujarnya.
Kepala Sekolah SLB Amali, Miraningsih, membagikan pengalamannya dalam menciptakan lingkungan pendidikan inklusif yang ramah disabilitas.
"Pendidikan yang ramah disabilitas adalah kunci agar mereka dapat berkembang sesuai potensinya," katanya.
Selain itu, sesi pelatihan juga menghadirkan Jajuli dan Fatimah, orang tua dari anak berkebutuhan khusus, yang berbagi tantangan dan pengalaman mereka.
Psikolog Laela Siddiqah melengkapi sesi dengan memberikan wawasan tentang memahami kebutuhan anak disabilitas.
Baca Juga: Buruan Koleksi Emas ANTAM Edisi Imlek 2025, Punya Desain Eksklusif Bertema Shio Ular Kayu
"Meningkatkan pemahaman masyarakat adalah langkah awal untuk menciptakan inklusi yang lebih baik," ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak inisiatif serupa di seluruh Indonesia.
PHKT, yang berada di bawah Subholding Upstream Regional 3 PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), terus menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan melalui program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG).
Baca Juga: Program Ata Modo Brantas Abipraya Majukan Masyarakat Pulau Komodo
Bersama SKK Migas, PHKT dan anak perusahaan lainnya mengembangkan inovasi serta teknologi untuk menghasilkan energi yang ramah lingkungan.***