Kabar BUMN – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menjalin kolaborasi Tahilalats, salah satu kekayaan intelektual (Intellectual Property) “(IP)” unggulan Indonesia.
Hasil dari kolaborasi ini diluncurkan livery terbaru bertajuk “Ayo Naik Garuda” bertempat di Hangar 2, GMF AeroAsia Jumat (17/1/2025).
Desain livery tematik kolaborasi Garuda Indonesia dan Tahilalats tersebut diaplikasikan pada armada Boeing 737-800NG dengan nomor registrasi PK-GUG.
Baca Juga: Raih Karier Cemerlang Bersama PT GDPS, Ada Posisi Administration Staff di Garuda Indonesia
Turut hadir dalam acara peluncuran tersebut, Wamenekraf/Wakabekraf, Irene Umar didampingi Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu; Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Muhammad Neil El Himam; dan Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu.
Melalui penerbangan khusus “Ayo Naik Garuda” ini, penumpang akan diberikan pengalaman unik.
Pada penerbangan istimewa tersebut, penumpang dapat merasakan sentuhan berbeda pada aspek interior armada, seperti headrest cover, safety instruction card, hingga lavatory mirror dengan desain Tahilalats.
Baca Juga: Tekan Jumlah Kasus Stunting, Garuda Indonesia Group Luncurkan Program Makan Bergizi di Tangerang
Penerbangan dengan livery Tahilalats ini selanjutnya akan menjelajah berbagai destinasi di domestik dan internasional, yang akan diawali dengan initial flight pada Sabtu (18/1) untuk keberangkatan dari Jakarta menuju Bali dengan nomor penerbangan GA-422.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani Panjaitan mengungkapkan, “Kolaborasi terbaru Garuda Indonesia pada kesempatan kali ini tentunya turut mengusung misi Pemerintah RI untuk mewujudkan program prioritas Asta Cita, khususnya pada kaitan pengembangan industri kreatif.
"Kolaborasi lintas industri ini merupakan wujud nyata Garuda Indonesia dalam mendukung potensi besar industri ekonomi kreatif di Indonesia.
"Kami percaya bahwa kolaborasi dengan IP Tahilalats akan memberikan nilai tambah bagi pelanggan kami sekaligus memperluas apresiasi terhadap karya kreatif lokal di pasar global.”