“Kami mengakomodir inisiatif baik dari Kelurahan yang disampaikan kepada kami. Kami berharap bantuan ini dapat dipergunakan secara maksimal untuk meningkatkan aspek kesehatan dan kebersihan masyarakat,” ungkap Patoni.
Baca Juga: 4 Desa Wisata di Sumba yang Masuk Daftar Destinasi Asia Terbaik 2025 Versi Time Out
Program bantuan ini sejalan dengan visi PHE OSES dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi, melalui inisiatif yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat setempat.
Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.
Selain bantuan gerobak serbaguna, PHE OSES turut mengimplementasikan program kesehatan dan pengembangan ekonomi masyarakat.
Di antaranya program Selamatkan Generasi dari Stunting dan Gizi Buruk Bersama Pertamina (Seribu Asa) dan Peningkatan Pendapatan Neyalan yang Tanggap, Guyub, dan Humanis (Pelaut Tangguh), di pulau yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan ini.
Fokus program Seribu Asa adalah perbaikan taraf kesehatan balita yang termasuk dalam kategori stunting dan gizi buruk.
PHE OSES melakukan optimasi pemanfaatan sumberdaya lokal, sekaligus memberikan ruang aktivitas positif kepada istri-istri nelayan dan para kader Posyandu sebagai pengelola dapur sehat yang menyediakan makanan bergizi.
Baca Juga: Dijuluki Kota Seribu Klenteng, Ini Destinasi Wisata yang Cocok untuk Imlek di Singkawang
Untuk memenuhi suplai protein sebagai asupan kegiatan Pemberian Makan Utama (PMU) untuk balita stunting, Program Seribu Asa terintegrasi dengan Program Pelaut Tangguh.
Program Pelaut Tangguh bertujuan meningkatkan produktivitas hasil tangkapan ikan oleh nelayan setempat melalui pelatihan, seperti Kelas Pesisir dan Kelas Nelayan.
Kelas Pesisir fokus pada peningkatan keterampilan kelompok nelayan melalui pendampingan pembuatan bisnis yang dibentuk atas potensi lokal, bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Mancing Bahagia.
Baca Juga: Penanaman Mangrove PT Timah di Pantai Sesai Party Beach, Upaya Hadapi Dampak Abrasi
Sedangkan Kelas Nelayan fokus pada peningkatan produktivitas hasil tangkapan ikan dan efisiensi penggunaan bahan bakar, melalui inovasi alat tangkap dan alat bantu penangkapan ikan, kerja sama dengan KUB Kaci-Kaci sebagai nelayan bubu dan KUB Tenggiri sebagai nelayan pancing.***