Kodir, salah satu perwakilan Karang Taruna Desa Karya Mekar, mengungkapkan bahwa proyek Bendungan Cijurey telah membuka banyak peluang usaha bagi warga.
“Banyak warga yang membuka usaha baru seperti catering, jasa laundry, hingga tempat kos bagi pekerja proyek."
"Selain itu, pemanfaatan material lokal juga membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Memang ada dampak pada kondisi jalan, tetapi Hutama Karya selalu sigap dalam melakukan perbaikan,” ujar Kodir.
Proyek ini juga memberikan dampak positif terhadap tenaga kerja lokal.
Baca Juga: Kementerian BUMN Buka Lowongan Magang, Simak Syarat-syarat dan Cara Daftarnya
Sebanyak 60% pekerja yang terlibat berasal dari masyarakat sekitar, yang tidak hanya menambah pendapatan keluarga tetapi juga meningkatkan keterampilan mereka.
Hutama Karya juga memberikan kesempatan bagi vendor lokal untuk ikut serta, sehingga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam proses konstruksi, proyek ini menggunakan teknologi modern untuk memastikan pembangunan yang efisien dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Menteri BUMN Dukung Pertamina Wujudkan Swasembada Energi dengan Strategi Pertumbuhan Ganda
Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain pemetaan LIDAR untuk akurasi pembangunan, desain yang mengoptimalkan material lokal guna mengurangi jejak karbon, serta sistem telemetri untuk pemantauan real-time terhadap kondisi bendungan.
Proyek ini dijadwalkan mulai melakukan impounding pada Agustus 2027 dan diproyeksikan selesai pada Oktober 2027, lebih cepat setahun dari target awal.
“Dengan dukungan penuh dari masyarakat dan kemajuan yang berjalan lancar, Bendungan Cijurey diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi Kabupaten Bogor, baik secara sosial, ekonomi, maupun lingkungan,” tutup Adjib.***