Beberapa pembangkit yang akan menjadi andalan di antaranya PLTA Jatigede 110 MW, PLTA Asahan 3 174 MW, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) IKN 50 MWac.
Kehadiran proyek-proyek ini diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dan merangsang pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.
Baca Juga: Liburan ke Gotontalo Tanpa Travel Agen, Ini Caranya Baik Lewat Udara, Laut, dan Darat
Selain itu, 11 proyek transmisi dan gardu induk yang telah beroperasi akan memperkuat pasokan listrik untuk mendukung industrialisasi dan hilirisasi nasional.
Salah satu proyek strategis adalah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV GI Kolaka - PT Antam Pomala sepanjang 36,96 kilometer sirkuit (kms) yang berperan penting dalam menyuplai listrik bagi industri pengolahan nikel.
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa PLN siap menjalankan strategi pemerintah dengan membangun infrastruktur ketenagalistrikan yang kokoh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Layanan Digital Mandiri Remittance Siap Dukung Kemudahan Transfer untuk PMI
“Kami di PLN terus membangun kapasitas SDM yang semakin mumpuni, organisasi yang semakin lincah, serta kolaborasi yang semakin luas dengan berbagai negara dan perusahaan nasional maupun multinasional."
"Sehingga PLN sebagai pengelola sektor kelistrikan nasional menjadi semakin kuat, keuangannya kian sehat, dan geraknya makin trengginas,” kata Darmawan.
Secara keseluruhan, proyek ketenagalistrikan ini mencakup pembangunan 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3.222,75 MW serta 11 jaringan transmisi dan gardu induk dengan kapasitas 1.740 Megavolt Ampere (MVA) yang membentang sepanjang 739,71 kilometer sirkuit (kms).***