rilis-bumn

BUMN dan Kemenhub Rancang Strategi Terpadu Pemerintah untuk Kelancaran Angkutan Lebaran 2025

Rabu, 22 Januari 2025 | 06:30 WIB
Pemerintah bersiap menghadapi arus mudik Lebaran 2025 dengan strategi terpadu antara Kementerian BUMN dan Kemenhub untuk memastikan kelancaran transportasi. (Dok. Kementerian BUMN)

Erick menyoroti perlunya penambahan jumlah armada pesawat untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat.

Baca Juga: Kembali Gelar Mandiri Investment Forum, Bank Mandiri Siap Akselerasi Investasi di Indonesia

Dia mengungkapkan bahwa beberapa bandara akan beroperasi selama 24 jam guna mengakomodasi peningkatan jumlah penerbangan.

"Indonesia membutuhkan 750 pesawat untuk penerbangan domestik, sementara saat ini baru ada 410. Kami memaksimalkan Pelita, Garuda, dan Citilink, serta terus mendukung investasi untuk peningkatan jumlah pesawat," jelas Erick.

Keberhasilan pemerintah dalam menekan harga tiket pesawat dan mengurangi kemacetan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi pengalaman berharga dalam menghadapi musim Lebaran.

Baca Juga: Camping Nyaman Tepi Danau Hadir di Pangalengan, Fasilitas Lengkap dan Tanpa Ribet

Erick mengapresiasi keterlibatan aktif Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi yang turun langsung ke lapangan untuk memastikan kelancaran transportasi.

"Alhamdulillah, dengan dorongan Pak Menhub, program Nataru berjalan sukses. Kami berhasil menekan harga tiket pesawat dan mengatasi kemacetan, terutama di Merak."

"Harapannya, kesuksesan ini bisa terulang dan ditingkatkan pada Lebaran mendatang," lanjut Erick.

Baca Juga: Magenta 2025: Bank Mandiri Buka Loker untuk Dua Posisi, Durasi Magang Minimal Tiga Bulan

Terkait kemungkinan penurunan harga tiket pesawat untuk Lebaran tahun ini, Erick menyampaikan bahwa keputusan tersebut masih menunggu arahan Presiden.

"Kita memastikan semua sesuai arahan Presiden. Saya belum bisa berkomentar lebih jauh, tetapi yang pasti sinergi pelayanan kepada masyarakat akan menjadi prioritas," tambahnya.

Dengan perkiraan lonjakan jumlah pemudik hingga lima kali lipat dibandingkan periode Nataru, Erick mengakui bahwa tantangan yang dihadapi cukup besar.

Baca Juga: Seragam Baru, Semangat Baru: Dukungan PT Timah untuk Lansia Berdaya Belo Laut

Namun, ia optimistis bahwa kolaborasi antara Kementerian BUMN, Kemenhub, serta seluruh pemangku kepentingan dapat mengatasi kompleksitas ini dan memastikan arus mudik berjalan lancar.***

Halaman:

Tags

Terkini