“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada SKK Migas dan PHM atas kepeduliannya terhadap keberlanjutan satwa dan habitatnya,” ujar Agus.
Baca Juga: Yuk, Magang di PT Borneo Alumina Indonesia sebagai Sample Picker Intern, Simak Syaratnya!
Ia menjelaskan bahwa proses rehabilitasi orangutan membutuhkan waktu panjang, sekitar tujuh hingga delapan tahun.
Orangutan harus menjalani pelatihan untuk kembali ke habitat alaminya dengan keterampilan seperti memanjat pohon, membuat sarang, mencari makanan, dan mengenali predator.
“Proses rehabilitasi ini sangat penting untuk memastikan orangutan dapat dilepasliarkan kembali ke hutan dan hidup mandiri di habitatnya,“ tambah Agus.
Baca Juga: Mengabadikan Momen Liburan dengan Kamera Analog, 8 Tips dan Trik untuk Mendapatkan Foto yang Keren
General Manager PHM Setyo Sapto Edi menegaskan bahwa upaya rehabilitasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dukungan ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada poin 15 yang berfokus pada pelestarian ekosistem darat.
“Dukungan konservasi orangutan dan habitatnya merupakan salah satu bentuk kepedulian dan komitmen PHM dalam melindungi dan melestarikan lingkungan hidup."
Baca Juga: Dibuka Pendaftaran Magang di PT DAHANA, Sudah Dapat Mess dan Uang Saku Bulanan
"Dan keanekaragaman hayati melalui Program Pengembangan Masyarakat atau Program CSR Bidang Lingkungan, yaitu dengan melakukan konservasi flora, fauna dan habitatnya di seputar wilayah operasi,” jelas Setyo.
Ia berharap kerja sama ini dapat menyelamatkan populasi orangutan dan memperluas habitat yang aman bagi mereka.
Manager Communication Relations dan CID PT Pertamina Hulu Indonesia, Dony Indrawan, juga menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan kerja sama dengan BOSF.
Baca Juga: Indonesia Re Buka Lowongan Magang BUMN Khusus untuk Mahasiswa, Simak Posisi Serta Kualifikasinya
“Kami meyakini bahwa kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, pemerintah daerah, dan LSM."