Selain itu, sinergi ini didukung oleh peran aktif bank BUMN.
Erick menyampaikan, BNI secara rutin mengadakan pelatihan bulanan untuk UMKM, mulai dari pelatihan finansial hingga pengenalan produk perbankan, serta menyediakan produk pembiayaan khusus yang mempermudah akses bagi diaspora dan pelaku usaha ekspor.
BNI juga aktif mempromosikan produk UMKM melalui pameran internasional, didukung oleh jaringan globalnya di delapan negara.
Sementara itu, sambung Erick, BRI terus mendukung sektor mikro dengan menginisiasi acara besar seperti UMKM Expo 2025 yang menargetkan 50 ribu pengunjung.
Baca Juga: Menteri BUMN Pastikan Tiket Pesawat Turun Harga Jelang Nataru, Sesuai Instruksi Presiden Prabowo
Acara ini dirancang untuk memperluas akses pasar melalui expo, bazaar, business matching, dan peluang kolaborasi.
Dalam pertemuan tersebut, Erick dan Budi menekankan pentingnya efisiensi dan efektivitas program, termasuk memastikan bahwa pameran UMKM yang diikuti harus memiliki buyer yang jelas.
"UMKM perlu mendapat pendampingan agar bisa tembus ke market.
Baca Juga: Disahkan Menteri BUMN, Maya Watono Resmi Jadi Direktur Utama InJourney
"Tadi disepakati semua pameran yang diikuti UMKM sudah harus ada buyer-nya.
"Ini bagian efisiensi juga yang diminta oleh Bapak Presiden, Pak Prabowo," lanjut Erick.
Erick menyampaikan, kedua kementerian saat ini tengah memfinalisasi Memorandum of Understanding (MoU) untuk memperkuat kerja sama di berbagai bidang, seperti pengembangan platform digital, pelatihan sumber daya manusia, dan penyaluran pembiayaan yang lebih mudah diakses bagi UMKM berorientasi ekspor.
Dengan langkah ini, Erick berharap, sinergi Kementerian BUMN dan Kemendag mampu membawa UMKM Indonesia menuju pasar global secara berkelanjutan.***