rilis-bumn

Pertamina EP Prabumulih Berhasil Tingkatkan Produksi LPG hingga 33%, Dukung Pemenuhan Kebutuhan LPG Nasional

Minggu, 26 Januari 2025 | 16:00 WIB
Pertamina EP Prabumulih Field sukses tingkatkan produksi LPG mencapai 33%. (Dok. Pertamina EP)

Kabar BUMN - PT Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field berhasil meningkatkan produksi Liquefied Petroleum Gas (LPG) hingga 33%.

Per Desember 2024, jumlah produksi mencapai 41 metrik ton per hari dan kini meningkat sebesar 60 metrik ton per hari.

Diperkirakan, jika kondisi ini bertahan, PEP Prabumulih Field diproyeksikan mampu memproduksi LPG sebesar 21.900 metrik ton per tahun di akhir 2025.

Baca Juga: Merajut Kebersamaan, Pertamina EP Rantau Satukan Ribuan Orang dalam Acara Istighosah dan Dzikir Bersama

Dengan demikian dapat membantu pemenuhan kebutuhan energi domestik dan mengurangi impor LPG.

PEP Prabumulih Field merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra Zona 4 dan beroperasi di bawah pengawasan SKK Migas Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

Kepala Departemen Operasi SKK Migas Wilayah Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto sangat mengapresiasi kerja keras dan semua usaha bersama yang dilakukan oleh Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Zona 4 khususnya PEP Prabumulih Field dengan multi stakeholders.

Baca Juga: Penanaman Pohon Serentak Nasional, Pertamina EP Hijaukan 6,3 Hektare Lahan DAS

"Capaian peningkatan produksi LPG ini adalah capaian yang luar biasa.

"Sejalan dengan Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk Swasembada Energi.

"Dengan adanya tambahan produksi LPG maka kita mampu mengurangi impor LPG untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Baca Juga: Libatkan Masyarakat Sekitar, Pertamina EP Bunyu Field Gelar Simulasi Keadaan Darurat

"Kami apresiasi kerja keras Pertamina EP. Keberhasilan ini adalah keberhasilan semua,” kata Bambang.

Senior Manager Prabumulih Field, Muhammad Luthfi Ferdiansyah menyatakan bahwa upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi adalah optimasi produksi di sumur BRG-40 dan BRG-41, on stream project lowering pressure, dan perubahan pola operasi gas di struktur Karangan.

Halaman:

Tags

Terkini