Tim ini juga didukung oleh para Juru Pemantau Jentik (Jumantik), yang berkontribusi memutus rantai penyebaran penyakit demam berdarah yang kerap menjangkiti warga pulau.
Baca Juga: Perkuat Kolaborasi Global, Bio Farma Teken Perjanjian Kerjasama dengan Serum Institute of India
Tugas yang diemban Tim Dahsyat sangat krusial seperti menentukan menu dan bahan makanan yang sesuai, memproses dan memasak, hingga mendistribusikan makanan bergizi ini kepada balita.
Di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa, makanan bergizi diberikan sebanyak 2 kali sehari, berupa kudapan dan makanan utama yang terdiri atas karbohidrat, protein nabati dan hewani, sayur, buah, dan susu bubuk khusus.
Kualitas hingga higienitas makanan diawasi ketat oleh ahli gizi setempat.
Baca Juga: BUMN GDPS Buka Peluang Karier hingga 31 Januari 2025, Cek Kriteria Pelamarnya!
Untuk memenuhi suplai bahan makanan yang bermutu, Tim Dahsyat melibatkan komunitas setempat untuk mendapatkan sumber protein lokal.
Bekerja sama dengan nelayan yang dibina PHE OSES, Tim Dahsyat mendapat pasokan ikan segar.
Sementara itu, pedagang tempatan juga menyediakan sumber protein hewani dan nabati, serta sayuran dari pasar lokal.
Baca Juga: KAI Tambah Lima Rute Baru, Siap Meluncur 1 Februari 2025, Simak Jadwal Perjalanannya
Salah satu anggota PKK Kelurahan, Gadis, mengaku senang dilibatkan.
“Ibu-ibu yang tergabung dalam kader Posyandu dan kader PKK dengan ikhlas dan senang hati menyiapkan makanan bagi anak-anak,” tutur perempuan yang sudah menjadi kader PKK selama sekitar 35 tahun.
Jerih payah para penggiat Program Seribu Asa memberikan hasil positif pada 2024. Dari 57 balita penerima manfaat PMU, 28 anak berhasil keluar dari kategori stunting.
Baca Juga: Ide Destinasi Wisata! Ini Harga Tiket Taman Safari Bogor 2025
Sementara, 29 anak di Pulau Harapan dan Pulau Kelapa mengalami peningkatan tinggi badan hingga 9 cm. Angka pemulihan stunting pun semakin membaik.