Dukungan tambahan berasal dari kantor perwakilan di Hong Kong serta mitra remitansi di Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Hong Kong.
Keberadaan jaringan global ini memungkinkan PMI untuk mengirimkan uang ke tanah air dengan biaya yang lebih terjangkau.
Ke depannya, Bank Mandiri berencana untuk memperluas kerja sama dengan mitra internasional serta mengadopsi teknologi seperti Application Programming Interface (API) guna meningkatkan efisiensi transaksi.
Dengan langkah ini, Bank Mandiri berharap dapat menciptakan ekosistem keuangan yang semakin inklusif serta mendukung pemberdayaan ekonomi diaspora Indonesia secara global.
Baca Juga: Bangun Karakter dan Semangat Nasionalisme Karyawan, IFG Gandeng Pusdiklat Bela Negara Kemenhan
“Kami ingin memastikan setiap PMI memiliki akses mudah ke layanan perbankan yang andal, sehingga mereka dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih baik dan membantu mendukung perekonomian Indonesia,” tambah Evi.
Tak hanya berfokus pada layanan keuangan, Bank Mandiri juga menjalankan program pemberdayaan PMI melalui Mandiri Sahabatku.
Program ini memberikan pelatihan literasi keuangan dan kewirausahaan bagi PMI, mulai dari sebelum keberangkatan, saat bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
Dengan adanya program ini, PMI diharapkan dapat mengelola keuangan mereka dengan lebih bijak dan berkontribusi pada ekonomi lokal setelah kembali ke Indonesia.
Evi menegaskan bahwa strategi ini selaras dengan visi Kementerian BUMN dalam membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan.
“Dengan strategi inovatif dan pendekatan berbasis teknologi, Bank Mandiri tidak hanya mengoptimalkan layanan remitansi tetapi juga berperan aktif dalam memberdayakan diaspora Indonesia,” pungkasnya.***