rilis-bumn

Peran Aktif PLN di Perdagangan Karbon Raih Apresiasi Hashim di Forum ESG

Senin, 3 Februari 2025 | 09:00 WIB
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo saat menyampaikan keynote speech pada acara CNBC Indonesia ESG Sustainability Forum 2025 di Jakarta, Jumat (31/1). (Dok. PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) meraih apresiasi dari Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo.

Apresiasi diberikan atas langkah progresif PLN sebagai perusahaan Indonesia pertama yang masuk dalam perdagangan karbon luar negeri.

Hal tersebut kembali membuktikan komitmen PLN dalam memitigasi perubahan iklim sekaligus mendorong investasi hijau.

Baca Juga: Melalui Program Green2Gether, PLN EPI Dukung Penghijauan dan Pendidikan di Menteng Dalam

”Ini adalah langkah-langkah yang saya lihat cukup positif, signifikan untuk mendorong dan nanti membuka untuk investor-investor luar negeri, bisa membeli carbon credit di Indonesia, dan nanti likuiditas itu akan masuk ke pasar domestik kita,” ucap Hashim dalam acara ESG Sustainability Forum 2025 yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia, Jumat (31/1).

Hashim melanjutkan, keputusan dibukanya perdagangan karbon luar negeri ini merupakan hasil putusan tim yang ia ketuai bersama Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, dan juga Dewan Ekonomi Nasional.

Dalam putusan itu merekomendasikan kepada Presiden agar pelaku pasar luar negeri dapat berpartisipasi di bursa karbon domestik.

Baca Juga: Co-Firing Biomassa di PLTU PLN Hasilkan 1,67 Juta MWh Listrik Hijau Sepanjang 2024

“Karena kita harus mengakui bahwa Indonesia banyak kelebihan, terutama di bidang kehutanan, nature based solutions, selama ini tidak bisa dinikmati oleh pelaku-pelaku dalam negeri karena ditutup,” jelas Hashim.

Menurutnya, dengan membuka perdagangan karbon luar negeri, arus investasi asing dapat menghidupkan pasar karbon nasional tanpa mengurangi pencatatan di dalam negeri.

”Jadi ini suatu langkah yang saya bisa umumkan hari ini, itu berdasarkan rapat yang saya pimpin kemarin, ini supaya likuiditas, likuiditas yang sekarang sudah siap di luar negeri bisa masuk dan menghidupi pasar karbon di dalam negeri yang namanya IDXCarbon,” tambahnya.

Baca Juga: PLN Dorong Pertumbuhan Sektor Perikanan dengan Listrik Ramah Lingkungan, Capai 47,32 GWh di 2024

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa PLN bersama dengan Pemerintah terus mendorong pengembangan investasi hijau yang berkontribusi langsung pada pelestarian lingkungan.

Termasuk melalui perdagangan karbon yang menjadi salah satu alternatif dalam memitigasi perubahan iklim.

Halaman:

Tags

Terkini