Sementara itu, Gemalto adalah pemimpin global dalam identitas digital dan keamanan, menawarkan solusi yang memastikan integritas dan keamanan data di berbagai sektor.
Baca Juga: Peran Aktif PLN di Perdagangan Karbon Raih Apresiasi Hashim di Forum ESG
Solusi dari dua entitas Thales ini akan membantu perusahaan-perusahaan untuk mematuhi UU Perlindungan Data Pribadi.
Guy Bonassi mengatakan, “Kami merasa terhormat menjadi bagian dari ambisi digitalisasi Telkom. Perjanjian Kemitraan Strategis antara kedua perusahaan ini akan membuka peluang baru untuk penyediaan solusi Kota Cerdas, menyediakan solusi perlindungan data yang kuat, dan mengamankan aset strategis secara siber di Indonesia."
Ia menambahkan bahwa kemitraan pihaknya adalah tentang kedaulatan Indonesia, dengan tujuan membangun ekosistem digital yang inklusif, aman, dan memberdayakan perusahaan-perusahaan Indonesia.
Baca Juga: PT Timah Lepasliarkan Kukang Bangka, Wujud Komitmen Pelestarian Satwa
"Kami menantikan kerja sama yang bermanfaat dan berkelanjutan dengan Telkom untuk tahun-tahun mendatang," ujarnya.
Dalam riset Gartner tahun 2024 terkait Information Security Forecast, total pengeluaran layanan pengamanan informasi oleh pengguna akhir di dunia diproyeksikan mencapai US$ 292 Miliar di tahun 2028, dengan CAGR sebesar 12.5% dari tahun 2023 dan 2028.
Secara spesifik, nilai pengeluaran tersebut di pasar negara-negara berkembang di Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$ 8.7 Miliar di tahun 2028, dengan CAGR sebesar 13.8%.
Baca Juga: Daftar Makanan Indonesia yang Paling Tidak Enak menurut Taste Atlas
Melalui kolaborasi strategis ini, Telkom dan Thales berupaya mendukung pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan memanfaatkan teknologi.
Kemitraan ini diharapkan dapat mendorong inovasi, meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta meningkatkan daya saing bangsa dalam perekonomian digital dunia.***