Dalam periode 2025-2029, Hutama Karya menargetkan untuk meningkatkan penguatan di bidang pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMK.
Salah satu target utama adalah pendampingan 500 UMK di sekitar proyek-proyek strategis perusahaan, terutama di sepanjang Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).
Baca Juga: Pelindo Siapkan Investasi Rp2,2 Miliar untuk Modernisasi Pelabuhan Lontangnge Parepare
Program TJSL 2025 dirancang dengan pendekatan strategis yang mendukung pada tanggung jawab sosial dan tata kelola yang etis.
Sejalan dengan Asta Cita Hutama Karya, program ini bertujuan menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.
Fokus utamanya tetap pada pengembangan infrastruktur pendidikan, konservasi lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi melalui UMK.
Baca Juga: Inovasi Digital ASDP Percepat Proses, Refund dan Reschedule Tiket Ferry Kini Lebih Mudah
Pengelolaan sampah di rest area dan penanaman pohon di sepanjang ruas tol menjadi bagian dari program berkelanjutan, yang diperkirakan mampu mengelola hingga 150 ton sampah per tahun, serta menanam lebih dari 50.000 bibit pohon.
Program konservasi satwa, termasuk perlindungan gajah Sumatra dan rehabilitasi orangutan, juga akan diperluas, dengan target keberhasilan lebih besar dalam melindungi spesies yang terancam punah.
Di bidang pendidikan, Hutama Karya menargetkan pembangunan 15 unit infrastruktur pendidikan baru dan menyalurkan dana beasiswa untuk 500 siswa di berbagai wilayah prioritas.
Baca Juga: Kalau Beruntung, Datang ke Tempat Wisata Dunia ini Bisa Mendapat Banyak Keberuntungan
“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik," kata Adjib.
Melalui pendekatan CSV dalam program tanggung jawab sosial, lanjut dia, pihaknya berkomitmen menciptakan manfaat yang selaras bagi masyarakat dan perusahaan.
Hal ini sejalan dengan Asta Cita, yang mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan serta memberikan dampak jangka panjang bagi Indonesia.***