rilis-bumn

Telkom Perkuat Komitmen Lingkungan dengan 7 Program Berkelanjutan

Selasa, 4 Februari 2025 | 12:00 WIB
Telkom sukses menjalankan 7 program unggulan lingkungan sepanjang 2024, termasuk reboisasi, konservasi mangrove, dan pengelolaan sampah berbasis digital. (Dok. Telkom)

Kabar BUMN - Sepanjang tahun 2024, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menjalankan tujuh program unggulan di bidang lingkungan.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pelestarian alam sekaligus menerapkan gaya hidup berkelanjutan.

Berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi lingkungan, Telkom berupaya memberikan solusi nyata bagi kelestarian ekosistem.

Baca Juga: Ubud Punya Beragam Destinasi Air Terjun, Menyegarkan Mata, Hati, dan Pikiran

Kondisi lingkungan di Indonesia terus mengalami penurunan, seperti hilangnya 28 juta hektar hutan serta rusaknya 750 ribu hektar terumbu karang.

Pencemaran air, udara, dan tanah juga semakin meningkat, sehingga Telkom merasa perlu mengambil peran dalam mengatasi permasalahan ini.

Sebagai perusahaan digital telekomunikasi, Telkom mengimplementasikan komitmennya dalam tujuh program strategis, yaitu Waste Management, Eduvice, Restorasi Terumbu Karang, Reboisasi Hutan, Konservasi Mangrove, Revitalisasi Sarana Air Bersih, dan Bumi Berseru Fest.

Baca Juga: Dukung Sekolah Adiwiyata, PT DAHANA Bangun Arboretum di SMPN 4 Subang

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, memberikan sebuah pernyataan.

“Melalui tujuh program unggulan di bidang lingkungan ini, Telkom berharap dapat membangun serta memulihkan kembali lingkungan dan menumbuhkan aktivitas perekonomian masyarakat sekitar."

"Program ini juga mendukung komitmen Telkom dalam mengatasi perubahan iklim dan pencapaian target net-zero emission.”

Baca Juga: Jadwal Terbaru KA Logawa Per 1 Februari 2025, Relasi Diperpanjang Jadi Purwokerto - Banyuwangi PP

Salah satu program unggulan Telkom adalah Waste Management yang melibatkan empat lokasi pengelolaan sampah terpadu di Bandung, yaitu Desa Cikole, Sukahaji, Antapani, dan Kelurahan Cijawura.

Program ini membina masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga menjadi maggot yang bernilai ekonomi tinggi sebagai pakan lele.

Halaman:

Tags

Terkini