“Kami percaya bahwa mangrove memainkan peran penting dalam mitigasi perubahan iklim dan pelestarian lingkungan."
Baca Juga: Pertamina EP Bunyu Field Gelar Uji Emisi, Dukung Net Zero Emission 2060
"Perkembangan hutan mangrove ini akan terus kami pantau agar menjadi contoh praktik keberlanjutan yang bisa direplikasi di lokasi lain,” jelasnya.
Salah satu lokasi penanaman terbesar berada di Pantai Lamaru, Balikpapan, di mana PHI menanam 10.000 pohon mangrove pada akhir Oktober.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan mengurangi dampak perubahan iklim.
Baca Juga: Menikmati Lebaran di Baubau: Silaturahmi, Wisata Bahari, dan Kemudahan Akses Bersama ASDP
“Balikpapan merupakan kawasan yang memiliki garis pantai panjang dan sensitif terhadap perubahan lingkungan."
"Penanaman mangrove menjadi langkah penting dalam menjaga keanekaragaman hayati dan melindungi mata pencaharian masyarakat sekitar."
"Mangrove turut meningkatkan ekosistem perairan bagi biota laut seperti kepiting, ikan, dan udang yang merupakan sumber penghidupan utama bagi sebagian masyarakat pesisir,” tambah Kemas.
Baca Juga: Yang Kreatif-kreatif Aja! Ini 5 Ide Kado Valentine yang Bisa Bikin Pasangan Terharu
Hutan mangrove yang tumbuh dengan baik berperan penting dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi serta ancaman tsunami.
Selain itu, keberadaan mangrove juga membantu menyerap emisi karbon dioksida dalam jumlah besar, menjadikannya solusi alami dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
Kemas menyatakan bahwa penanaman 10.000 pohon mangrove di Pantai Lamaru akan memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.
Baca Juga: FHCI BUMN Buka Lowongan Staf Magang Hukum, Ini Kualifikasi yang Dibutuhkan
Hutan mangrove yang sehat juga berpotensi menjadi destinasi wisata edukasi dan ekowisata.