Baca Juga: Menikmati Lebaran di Baubau: Silaturahmi, Wisata Bahari, dan Kemudahan Akses Bersama ASDP
Jika target tersebut tercapai, petani sawit yang menanam padi secara intercropping berpeluang menghasilkan setidaknya 258.491 ton beras dalam lima tahun ke depan.
“Lahan PSR yang sebelumnya idle dapat dimanfaatkan untuk menanam padi gogo selama dua tahun pertama."
"Ini menjadi peluang besar untuk mendukung swasembada pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” jelas Jatmiko.
Baca Juga: FHCI BUMN Buka Lowongan Staf Magang Hukum, Ini Kualifikasi yang Dibutuhkan
PTPN IV PalmCo pun terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan ekosistem MAKMUR BUMN, guna memastikan petani mendapatkan dukungan maksimal.
Jatmiko juga mengajak petani sawit yang tanamannya memasuki usia renta untuk bergabung dalam gerakan akselerasi PSR dan penguatan ketahanan pangan.
“Kemitraan ini benar-benar kita bangun untuk memberikan rekan-rekan petani kesempatan berkembang."
Baca Juga: Hadiah Undi-undi Hepi Telkomsel Siap Datang ke Rumahmu, Tukar Poin dan Vote Sekarang!
"Saat telah menjalin kemitraan, maka petani dapat segera mengurus CPCL untuk mendapatkan bantuan benih dan pestisida dari Kementerian Pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian, Ardi Praptono, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
“Kami mendukung penuh apa yang dilakukan ini. Saya kira ini, juga perlu didukung oleh petani pekebun. Dimana, ini akan memberikan manfaat kesejahteraan,” katanya.
Baca Juga: Jadwal Proliga 2025 Minggu 5 Putaran 2, Pertarungan Sengit di Bandung!
Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman. Menurutnya, program ini sejalan dengan agenda nasional dalam menjaga ketahanan pangan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap masyarakat dapat mengikuti serta mengimplementasikan penanaman padi gogo."