Sejak pertama kali dikembangkan pada 1985 oleh operator sebelumnya, metode ini terbukti berkontribusi besar terhadap industri minyak nasional.
Baca Juga: Simak! Panduan Cara Beli Tiket KAI untuk Lebaran 2025
Seiring berjalannya waktu, berbagai inovasi terus dilakukan oleh tenaga ahli lokal untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasi, terutama dalam menghadapi tantangan teknis di lapangan.
Lapangan NDD A14 merupakan bagian dari proyek pengembangan steamflood terbaru setelah alih kelola Wilayah Kerja (WK) Rokan oleh Pertamina.
Pengembangan tahap pertama proyek ini mencakup pengeboran 68 sumur, terdiri dari 47 sumur produksi, 15 sumur steam injector, dan 6 sumur observasi.
Baca Juga: Loker BUMN di Kota Padang! PT MUM Buka Lowongan Accounting Staff
Dengan estimasi cadangan minyak mencapai 6,74 juta barel (MMBO), proyek ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar terhadap produksi nasional.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, turut mengapresiasi langkah PHR dalam mengoptimalkan potensi WK Rokan melalui teknologi EOR.
“Tentunya ini menjadi kabar baik bagi industri hulu migas Indonesia. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dan perusahaan dalam meningkatkan produksi minyak dan memperpanjang usia produksi lapangan-lapangan minyak di Indonesia."
Baca Juga: Trik Mengajarkan Anak Agar Terbiasa dan Suka dengan Kegiatan Traveling
"Diharapkan metode ini akan terus berjalan lancar dengan tetap mengedepankan kinerja andal dan selamat,” ungkapnya.
Selain proyek ini, SKK Migas juga telah menyetujui rencana pengembangan steamflood EOR tahap pertama di Lapangan Rantaubais.
PHR siap menjalankan proyek ini guna mendukung ketahanan energi nasional, sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan produksi migas domestik.
Baca Juga: Mulai Hari Ini! Simak Jadwal Pertandingan Lengkap Proliga 2025 Minggu ke-5 Putaran 2
VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menegaskan bahwa langkah PHR dalam meningkatkan produksi sejalan dengan visi Presiden Prabowo, yaitu Asta Cita.