Kabar BUMN – PT TASPEN (Persero) terus meningkatkan perlindungan data peserta di tengah pesatnya digitalisasi.
Berbagai teknologi canggih diterapkan, termasuk Data Leakage Prevention (DLP) dan Data Encryption untuk mencegah kebocoran data.
Dengan tingkat akurasi data mencapai 99,9906%, TASPEN juga telah mengadopsi Sertifikasi SNI ISO/IEC 27001:2013 guna mengelola Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) yang berfokus pada perlindungan data peserta melalui aplikasi Andal by Taspen.
Baca Juga: Pelindo Terminal Petikemas Laporkan Peningkatan Arus Peti Kemas Internasional Tahun 2024
Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan, “Keamanan data peserta menjadi prioritas utama TASPEN."
"Berbagai penerapan teknologi mutakhir telah dilakukan untuk memastikan data pribadi peserta agar informasi yang dikelola tetap aman dan terlindungi dari ancaman pihak yang tidak bertanggung jawab."
"Hal ini juga selaras dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir yang menegaskan bahwa perusahaan BUMN senantiasa mengedepankan prinsip transparansi dan berorientasi pada pelayanan optimal kepada masyarakat Indonesia.”
Baca Juga: PLN EPI Kembali Menanam 50.000 Ribu Pohon Multifungsi di Sultan Ground, Gunungkidul
Penerapan teknologi Data Leakage Prevention (DLP) dan Data Encryption menjadi langkah proaktif dalam memastikan keamanan data.
Sistem ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi ancaman yang dapat membahayakan informasi peserta.
Selain itu, TASPEN menerapkan sistem pengawasan ketat guna menjaga integritas data, sehingga risiko kebocoran dapat diminimalisir secara optimal.
Dalam menjaga keamanan data peserta, TASPEN menjalin kolaborasi erat dengan berbagai lembaga terkait.
Kerja sama ini mencakup instansi seperti Sekretariat Negara Republik Indonesia, Kementerian Keuangan, Kementerian Agama, Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Pemerintah Daerah, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.