Dalam pembangunannya, Brantas Abipraya menerapkan sistem yang ramah lingkungan, mulai dari penggunaan bahan bangunan yang berkelanjutan hingga sistem pengelolaan limbah yang efisien.
Baca Juga: PEPC Regional Indonesia Timur Raih Dua Penghargaan di Asian Management Excellence Award 2025
Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung aspek keberlanjutan.
Selama proses konstruksi, Brantas Abipraya juga memberdayakan masyarakat lokal dengan melibatkan tenaga kerja dari Papua.
Langkah ini tidak hanya mempercepat pembangunan rumah sakit, tetapi juga berdampak positif bagi perekonomian daerah.
Baca Juga: Sertifikasi PR Batch IX, Forum Humas BUMN Hadirkan Skema Kompentesi Hingga ke Level Executive
Dengan adanya keterlibatan masyarakat, proyek ini tidak hanya menjadi fasilitas kesehatan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi penduduk setempat.
“Pembangunan rumah sakit ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Papua dalam jangka pendek, tetapi juga akan memberikan dampak jangka panjang bagi pembangunan kesehatan di wilayah timur Indonesia."
"Kami berharap rumah sakit ini dapat menjadi pusat rujukan kesehatan yang berkualitas dan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat Papua,” tambah Purnomo.
Baca Juga: 8 Destinasi Jepang yang Underrated, Ada yang Punya Replika Moai Easter Island!
Dengan beroperasinya rumah sakit ini, Brantas Abipraya semakin mengukuhkan perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan yang berkualitas.
Keberhasilan proyek ini menjadi bukti nyata dari kolaborasi antara Brantas Abipraya, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan visi Asta Cita 2045.
Melalui pembangunan ini, Brantas Abipraya terus menunjukkan komitmennya dalam membangun Indonesia yang lebih baik dengan menghadirkan infrastruktur yang berdampak luas bagi masyarakat.***