Ludy membahas teknik pemeliharaan hewan ternak, analisis potensi pasar, serta pembuatan pakan alternatif yang disesuaikan dengan usia dan jenis ternak.
Baca Juga: Perpustakaan Terbaik di Asia dengan Koleksi Ribuan Hingga Puluhan Ribu Buku dan Desain yang Menarik
Ia juga mengajarkan konsep peternakan organik yang menitikberatkan pada kualitas hasil ternak serta keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan hewan.
Selain itu, ia memberikan pemahaman mengenai pemilihan bahan baku dan formulasi pakan yang lebih efisien serta bernutrisi.
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar dari peserta adalah teknik pembuatan pakan alternatif berbasis bahan lokal.
Baca Juga: MSD dan Bio Farma Jalin Kemitraan Strategis untuk Produksi Vaksin PCV15 di Indonesia
Dengan metode ini, peternak dapat mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang harganya relatif mahal.
Diskusi interaktif antara peserta dan narasumber juga menjadi bagian penting dalam sesi ini, di mana peserta dapat berbagi pengalaman dan mencari solusi atas berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam beternak.
Ludy mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan ini.
Baca Juga: ID FOOD Percepat Pengamanan Aset Demi Wujudkan Swasembada Pangan
“Saya sangat senang melihat dedikasi peserta dalam menyerap ilmu dan berinovasi, serta berharap bahwa program ini dapat terus berkelanjutan."
"Sehingga para peternak mampu mengaplikasikan metode pemeliharaan yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa jika metode pakan alternatif ini diterapkan secara konsisten, para peternak dapat mengurangi biaya operasional hingga 50 persen, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan skala produksi ternak di Desa Sebuntal.
Baca Juga: Kota Terbaik di Asia Tenggara Bagi Pelancong Pemburu Kuliner Lezat dan Murah
Binto Iskandar, Superintendent Production Santan Terminal PHKT, menegaskan bahwa PHKT akan terus berupaya menciptakan inovasi sosial dan lingkungan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.