rilis-bumn

Pastikan Stok Aman, Rajawali Nusindo Intensifkan Distribusi Gula dan Minyak Goreng Jelang Ramadan

Jumat, 14 Februari 2025 | 17:30 WIB
Rajawali Nusindo pastikan distribusi gula dan minyak goreng tetap lancar jelang Ramadan 2025, termasuk bazar pangan murah untuk stabilisasi harga. (Dok. Rajawali Nusindo )

Kabar BUMN - Menjelang bulan Ramadan 2025, PT Rajawali Nusindo, yang merupakan bagian dari ID FOOD, memastikan distribusi pangan tetap lancar dan tersedia di seluruh Indonesia.

Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan serta distribusi ini berkomitmen menjaga ketersediaan bahan pokok, terutama gula dan minyak goreng, selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan.

Sekretaris Korporasi PT Rajawali Nusindo, Sofyan Effendi, menegaskan bahwa upaya distribusi pangan dilakukan melalui 41 cabang yang tersebar di 34 provinsi.

Baca Juga: 5 Bangunan Megah di Dunia yang Dibangun Atas Nama Cinta

“Kami pastikan volume pendistribusian komoditas pangan ditingkatkan dan berjalan aman untuk mengantisipasi kenaikan permintaan konsumen selama Ramadan 2025 ini,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, sejak Januari 2025, PT Rajawali Nusindo telah menyalurkan 1,2 ribu ton gula konsumsi dalam bentuk kemasan maupun bulk.

“Sedangkan selama tahun 2024 kemarin, kami telah mendistribusikan gula konsumsi lebih dari 7,2 ribu ton,” tambah Sofyan.

Baca Juga: Farm Estate Tanjung Ular: Perkebunan Modern yang Buka Peluang Kerja bagi Warga

Selain gula, distribusi minyak goreng juga menjadi fokus utama Rajawali Nusindo.

Hingga awal tahun ini, sebanyak 22.393 ton minyak goreng telah didistribusikan ke berbagai wilayah Indonesia.

“Pendistribusian minyak goreng yang dilakukan Rajawali Nusindo di awal tahun ini berjalan efektif. Pada Ramadan 2025 dan jelang Idulfitri, kita siapkan penambahan volume distribusi minyak goreng untuk menjaga pasokan,” kata Sofyan.

Baca Juga: Bandara VVIP IKN Segera Rampung, Dukung Mobilitas Pemerintahan dan Ekonomi

Distribusi minyak goreng tersebar di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara (2.076 ton), Sumatera Barat (1.105 ton), Riau (1.592 ton).

Kepulauan Riau (419 ton), Jambi (181 ton), Sumatera Selatan (1.653 ton), dan Lampung (607 ton). Di Pulau Jawa dan Bali, distribusi meliputi Banten (969 ton), Jakarta (1.615 ton).

Halaman:

Tags

Terkini