rilis-bumn

Brantas Abipraya Rampungkan Modernisasi Irigasi Jengkol di Subang untuk Dukung Swasembada Pangan

Jumat, 14 Februari 2025 | 20:30 WIB
Brantas Abipraya modernisasi Irigasi Jengkol di Subang guna mendukung swasembada pangan dengan meningkatkan ketahanan air dan produktivitas pertanian. (Dok. Brantas Abipraya )

Kabar BUMN – PT Brantas Abipraya (Persero) terus berkontribusi dalam mendukung program swasembada pangan yang menjadi prioritas Presiden Prabowo.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah merehabilitasi, meningkatkan, dan memodernisasi Jaringan Irigasi Jengkol di Subang.

Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pasokan air guna mendukung intensifikasi pertanian di wilayah tersebut.

Baca Juga: Pastikan Stok Aman, Rajawali Nusindo Intensifkan Distribusi Gula dan Minyak Goreng Jelang Ramadan

Dengan perbaikan infrastruktur irigasi ini, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat secara signifikan.

Direktur Operasi I Brantas Abipraya, Muhammad Toha Fauzi, menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur yang mendukung ketahanan air dan sistem irigasi yang efisien.

“Sangat disadari aspek penting dalam mewujudkan swasembada pangan, dibutuhkan infrastruktur yang dapat mendukung ketahanan air dan irigasi yang efisien."

Baca Juga: 5 Bangunan Megah di Dunia yang Dibangun Atas Nama Cinta

"Kami optimis modernisasi Jaringan Irigasi Jengkol ini nantinya dapat menjadi denyut nadi pertanian di Subang dan sekitar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Toha menambahkan bahwa rehabilitasi irigasi ini akan membantu petani mengurangi ketergantungan pada kondisi cuaca, khususnya saat musim kemarau.

Dengan sistem pengelolaan air yang lebih baik, ketersediaan air untuk pertanian dapat dijamin sepanjang tahun. Hal ini akan berdampak pada peningkatan hasil pertanian dan menjaga stabilitas produksi pangan.

Baca Juga: Farm Estate Tanjung Ular: Perkebunan Modern yang Buka Peluang Kerja bagi Warga

Proyek ini mencakup area irigasi seluas 12.574 hektare dengan panjang saluran yang telah direhabilitasi mencapai 42.536 meter dari total target 87.274 meter.

Meski baru mencapai sekitar 50 persen penyelesaian, indeks pertanaman (IP) sudah mengalami peningkatan dari 179 persen menjadi 210 persen, dengan tambahan luas tanam sebesar 3.898 hektare.

Halaman:

Tags

Terkini