rilis-bumn

PT Perikanan Indonesia Siapkan Langkah Besar di 2025, Sinergi Kapal Penangkap Ikan dan Pelabuhan Jadi Fokus

Senin, 17 Februari 2025 | 18:15 WIB
PT Perikanan Indonesia bersinergi dengan tiga perusahaan maritim untuk modernisasi kapal dan pelabuhan. (DOK.PT Perikanan Indonesia)

Dengan efisiensi pemrosesan ikan langsung di atas kapal setelah penangkapan, kesegaran produk dapat lebih terjaga, meminimalkan penurunan kualitas selama proses produksi.

Baca Juga: Jatuh Bangun Jani Rongsok, Binaan PT Bukit Asam yang Sukses Raup Cuan Ratusan Juta dari Barang Bekas

Kerja sama pengembangan kapal tangkap ini dimulai dari desain rinci, pengadaan, konstruksi (yang akan dibuat di galangan Indonesia), pengiriman, dan selanjutnya pengoperasian atas kapal yang dimaksud.

Dalam tahap pertama, akan dibuat 2 buah prototype kapal terlebih dahulu sebelum dilanjutkan dengan total 20 kapal sesuai yang direncanakan, dengan biaya investasi lebih kurang USD 2 juta untuk setiap kapal nya.

Dukungan pembiayaan proyek ini akan diperoleh dari UK export credit facility.

Baca Juga: Mengenal Padusan, Tradisi Penyucian Diri untuk Menyambut Bulan Ramadan

Selanjutnya, PT Perikanan Indonesia juga menggandeng International Marine Development Investment Co., Ltd untuk mengembangkan dan memodernisasi infrastruktur pelabuhan perikanan Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas ekspor perikanan.

Selain itu kerja sama juga meliputi partisipasi dalam progam penangkapan ikan terukur (PIT) berbasis kuota dengan pengoperasian sejumlah kapal tangkap ikan di wilayah yang ditentukan.

Kami akan bekerja sama untuk akses dan pemanfaatan infrastruktur serta fasilitas pelabuhan perikanan di Muara Baru Jakarta, Sorong dan Belawan.

Baca Juga: Perjalanan Kereta Api Semakin Aman dan Nyaman, KAI Gandeng UGM Kembangkan Sistem Ground Detector Lokomotif

"Khusus Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) akan dikembangkan untuk properti komersial, perluasan pelabuhan, fasilitas destinasi pariwisata dan revitalisasi fasilitas dermaga,” jelasnya.

Nilai kerja sama dengan International Marine Development Investment Co., Ltd ini diperkirakan sebesar USD 25 juta.

Yang ketiga, PT Perikanan Indonesia dengan PT Nusantara Resour Sinergi (Haitai Solar Group) akan merumuskan kerja sama dalam bidang pengembangan energi baru terbarukan guna memenuhi kebutuhan energi di kawasan industri perikanan di Indonesia, khususnya yang dikelola oleh perusahaan.

Baca Juga: Berawal dari Keprihatinan, Erna Suseno Mampu Meraih Kesuksesan Melalui Batik Modern Ethnic Gendhis

Kerja sama akan berupa pembangunan infrastruktur energi melalui penyediaan listrik ramah lingkungan bagi kawasan industri perikanan dengan nilai investasi USD 5 juta.

Halaman:

Tags

Terkini