Kabar BUMN – PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau PT INTI (Persero) terus memperluas solusi bisnis Managed Service yang kini semakin diminati oleh berbagai perusahaan besar dan instansi pemerintah.
Solusi ini dinilai mampu membantu menekan anggaran belanja modal (capital expenditure atau CAPEX), sehingga lebih efisien dalam pengelolaan biaya operasional.
“Saat ini, perusahaan besar dan institusi pemerintah cenderung memilih Managed Service sebagai solusi untuk mengurangi porsi biaya aset.'
"Ini adalah solusi untuk menekan porsi CAPEX dalam alokasi anggaran,” ujar Vice President Corporate Secretary PT INTI (Persero) Gema Alfarisi Deri pada Selasa (18/02).
Managed Service sendiri merupakan konsep pengelolaan layanan yang dialihdayakan kepada perusahaan spesialis atau Managed Service Provider (MSP).
Dalam hal ini, PT INTI (Persero) berperan sebagai MSP yang menangani pengadaan workstation bagi perusahaan konsumen dalam satu jaringan.
Baca Juga: Lowongan Kerja Daily Worker di KAI Services: Jadi Pramugara & Pramugari Masa Angkutan Lebaran 2025
Termasuk pengawasan dalam instalasi, operasional, serta pemeliharaan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan.
Solusi Managed Service yang diterapkan dengan skema tahun jamak telah terbukti memberikan manfaat bagi berbagai perusahaan.
Termasuk dalam mendukung operasional PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Baca Juga: Sucikan Diri Sebelum Puasa Ramadhan, Baca Doa Mandi Sunnah
Layanan ini mencakup 1.725 unit kerja operasional, mulai dari Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, Regional Office, hingga layanan digital seperti Self-Service Banking (SSB) dan e-Buzz.
Program Managed Service perangkat alat olah data (AOD) yang berjalan sejak 2019 hingga 2025 di BRI Zona 5 mencakup penyediaan dan pengelolaan berbagai perangkat seperti laptop.