Targetnya, pada 2025 angka tersebut bisa mencapai 70 persen. Implementasi sistem ini sendiri mulai diterapkan sejak September 2024.
Baca Juga: Jadwal Proliga 2025 Minggu 7 Putaran 2: Tiket Bonus Voucher Listrik Eksklusif di PLN Mobile!
"Waskita Karya merupakan perusahaan konstruksi pertama dan satu-satunya yang menerapkan Sistem Manajemen Konstruksi Terintegrasi. Maka rencananya, kami akan mendaftarkan Hak Paten inovasi digital ini," ujar Ermy dalam keterangan resminya, Rabu (19/2/2025).
Ia menambahkan bahwa penerapan sistem ini membawa banyak manfaat, salah satunya adalah efisiensi biaya internal.
Hal ini dicapai melalui pengurangan biaya operasional, peningkatan produktivitas, serta pengelolaan keuangan yang lebih ketat.
Baca Juga: Modus Penipuan yang Banyak Terjadi di Tempat-tempat Wisata di Vietnam
“Dengan begitu dapat mengoptimalisasi aspek operasional, karena fokus pada proyek berskala besar."
"Kemudian penggunaan Internet of Things (IoT) mengurangi pemborosan dan meningkatkan efisiensi, lalu mengoptimalisasi penggunaan tenaga kerja serta peralatan, juga mengendalikan biaya material,” jelasnya.
Ermy juga menegaskan bahwa integrasi berbagai teknologi digital dalam sistem ini merupakan langkah nyata Waskita Karya untuk mewujudkan visi operasional ekselen.
Baca Juga: Tukar Poin, Dapat Motor! Jangan Lewatkan Undi-Undi Hepi Telkomsel Periode 15-28 Februari 2025
Harapannya, inovasi ini tidak hanya mempercepat pertumbuhan bisnis dan memaksimalkan pendapatan, tetapi juga memperkuat fondasi internal perusahaan.
Penguatan aspek Governance, Risk, and Compliance (GRC) menjadi salah satu prioritas utama, di samping upaya untuk menekan biaya operasional.
Sebagai informasi, saat ini Waskita Karya tengah mengerjakan sekitar 58 proyek yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: ITPLN Buktikan Keunggulan di IPITEx 2025, Bawa Pulang Gold Medal!
Sementara itu, sepanjang 2024, perusahaan telah menyelesaikan 39 proyek, yang mencakup pembangunan bendungan, gedung, jalan tol, serta berbagai infrastruktur strategis lainnya.***