Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim atas kerja keras mereka dalam mengimplementasikan praktik bisnis ramah lingkungan.
Baca Juga: MIND ID Optimistis Danantara Perkuat Hilirisasi dan Industrialisasi Indonesia
Ia menegaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya mencerminkan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi, tetapi juga komitmen kuat terhadap aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Ini sejalan dengan pembaruan visi Pertamina Patra Niaga, yaitu menjadi perusahaan yang memberikan solusi energi untuk kemandirian dan keberlanjutan."
"Dalam hal keberlanjutan ini, dari total 36 PROPER Emas yang diraih Pertamina Group, 12 di antaranya berasal dari Pertamina Patra Niaga, sebuah bukti nyata bahwa kami terus berupaya meningkatkan kontribusi di bidang ESG."
Baca Juga: Keindahan yang Sulit Ditolak, 3 Pantai Eksotis Ini Wajib Masuk Bucket List Liburanmu!
"Pencapaian ini menunjukkan bahwa fokus kami tidak hanya pada keberlangsungan operasional bisnis perusahaan."
"Tetapi juga mendukung pemerintah dan upaya Indonesia dalam meningkatkan komitmen terhadap ESG,” ucapnya.
Lebih lanjut, Riva menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan bisnis yang lebih berkelanjutan.
“Kami akan terus berinovasi dan meningkatkan standar dalam pengelolaan lingkungan serta program pemberdayaan masyarakat, sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan generasi mendatang,” tambahnya.
Salah satu inisiatif unggulan PROPER dari Pertamina Patra Niaga adalah program di Aviation Fuel Terminal Supadio, Pontianak.
Inovasi Eco Pineapple-Majun dan Eco-RISA (Entrepreneurship for Supporting Women) memanfaatkan serat daun nanas sebagai substitusi majun serta produksi pembalut ramah lingkungan.
Baca Juga: PHE Bersinar di PROPER Tahun 2024: 12 Emas dan 19 Hijau Jadi Bukti Keunggulan
Program ini tidak hanya mengurangi limbah B3 dan emisi karbon hingga 16 ton CO₂e, tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat, membuka akses kesehatan bagi 540 santriwati, serta menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan bagi kelompok rentan.