Kabar BUMN – PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI) yang terbentuk dari sinergi antara PT Pertamina Lubricants, PT Pupuk Kujang, dan PT Rekacipta Inovasi ITB berkomitmen mendukung kemandirian energi nasional.
Komitmen ini ditandai dengan dimulainya produksi Adsorben SGB (Sulphur Guard Bed) dan Katalis ME-Kat 200 di pabrik KSI yang berlokasi di Kawasan Industri Kujang di Cikampek, Jawa Barat.
Produksi perdana ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Todotua Pasaribu.
Baca Juga: Target Tercapai Lebih Awal, Pertamina Drilling Rampungkan 5 Sumur JOB Tomori
Kehadirannya meeupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan industri Katalis berbasis teknologi tinggi di dalam negeri.
Proyek ini juga merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diinisiasi pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi, pengembangan energi hijau dan mengurangi ketergantungan impor katalis.
Adsorben SGB memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas dan efisiensi proses produksi bahan bakar ramah lingkungan, sementara Katalis ME-Kat 200 digunakan dalam proses produksi Methyl Ester menjadi Fatty Alcohol yang berperan penting dalam pembuatan produk turunan minyak nabati dan bahan kimia ramah lingkungan guna mendukung transisi energi menuju energi bersih.
Baca Juga: Upaya Pelestarian Lingkungan, Pertamina Drilling Tanam 1.000 Pohon Mangrove di Pesisir Jakarta Utara
Dengan kapasitas produksi yang mumpuni, pabrik KSI di Cikampek diharapkan dapat memenuhi kebutuhan katalis di dalam negeri sekaligus membuka peluang ekspor di masa depan.
Direktur Utama PT Katalis Sinergi Indonesia Hadiyanto, dalam kesempatan yang sama, menyatakan bahwa produksi perdana ini merupakan hasil kolaborasi panjang dan riset intensif antara berbagai pihak.
"Kami bangga menjadi bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Kualitas Pertamax RON 92 yang Beredar Saat Ini Sesuai Standar Ditjen Migas
"Dengan memproduksi katalis secara lokal menggunakan teknologi anak bangsa, kami dapat memberikan efisiensi biaya, meningkatkan daya saing, dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) melalui inovasi teknologi hijau," jelasnya.
Senada dengan KSI, Direktur Utama PT Pertamina Lubricants Werry Prayogi menyampaikan, “Kolaborasi ini membuktikan bahwa sinergi antara industri dan akademisi mampu menghasilkan inovasi strategis.