Serta industri di kawasan Tapal Kuda yang mencakup Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Lumajang, Pasuruan, Situbondo, dan Probolinggo.
Baca Juga: Elnusa Perkuat Kemandirian Ekonomi Melalui Program Desa Energi Berdikari Sumengko
Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk mempercepat transformasi ekonomi berbasis infrastruktur berkelanjutan.
"Jika pembebasan lahan sesuai dengan target, maka pengerjaan kontruksi untuk Segmen Gending-Kraksaan ditargetkan dapat selesai pada Maret 2025."
"Dan dapat digunakan untuk fungsional selama periode libur Hari Lebaran Tahun 2025, sedangkan untuk Segmen Kraksaan-Besuki ditargetkan selesai di tahun 2025."
Baca Juga: Telkom Perkuat Transformasi Digital dengan BigBox AI untuk Efisiensi Bisnis
"Dalam membangun jalan tol ini, kami bersama kontraktor pelaksana, konsultan pengawas dan konsultan pengendali mutu akan memastikan keselamatan keteknikan konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja, keselamatan publik hingga keselamatan lingkungan."
"Kami juga menjaga TKDN dalam proyek ini, sebanyak mungkin menggunakan sumber daya setempat dalam pekerjaan, termasuk penyediaan tenaga kerja, peralatan serta bahan dalam negeri,” ungkap Adi.
Pada Tahap I, ruas tol ini akan dilengkapi dengan tiga Gerbang Tol (GT), yakni GT Kraksaan, GT Paiton, dan GT Besuki.
Baca Juga: 7 Tempat Ngabuburit Gratis di Jakarta, Suasana Meriah Saat Bulan Ramadan
Selain itu, juga akan dibangun tiga simpang susun di Kraksaan, Paiton, dan Besuki guna mendukung kelancaran akses keluar-masuk kendaraan.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dibagi menjadi tujuh seksi pembangunan, yang meliputi Seksi 1 Gending-Kraksaan (12,88 km), Seksi 2 Kraksaan-Paiton (11,20 km).
Seksi 3 Paiton-Besuki (25,60 km), Seksi 4 Besuki-Situbondo (42,30 km), Seksi 5 Situbondo-Asembagus (16,76 km), Seksi 6 Asembagus-Bajulmati (37,45 km), dan Seksi 7 Bajulmati-Ketapang (29,21 km).
Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikelola oleh PT JPB.