Bram S. Putro, Founder & CEO The Iconomics, menjelaskan bahwa penghargaan diberikan melalui proses penilaian ketat yang mempertimbangkan tiga aspek kunci, di antaranya konfigurasi bisnis yang mencakup model profit, jaringan kolaborasi, struktur organisasi, serta proses operasional; produk dan layanan yang dinilai dari inovasi performa produk hingga sistem integrasi; serta pengalaman pengguna yang meliputi kualitas layanan, saluran distribusi, dan keterlibatan pelanggan.
Baca Juga: Arus Balik Libur Panjang: Jasa Marga Catat 176 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek
“Selama enam tahun penyelenggaraan, Indonesia Digital Awards konsisten mendorong perusahaan untuk berinovasi dengan dampak nyata.
"Perusahaan-perusahaan ini telah membuktikan bahwa integrasi teknologi tidak hanya meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Bram.
Dalam sesi diskusi, dibahas pentingnya sinergi antara sektor publik dan swasta untuk mempercepat adopsi teknologi seperti kecerdasan artifisial dan big data dalam pengelolaan infrastruktur.
Sebagai bagian dari agenda Transformasi Digital 2025, Jasa Marga terus memperluas penerapan teknologi seperti sistem pemantauan lalu lintas berbasis Artificial Intelligence (AI).
Langkah ini sejalan dengan visi pemerintah dalam menciptakan infrastruktur tol yang adaptif, ramah lingkungan, dan berdaya saing global.
Jasa Marga berkomitmen untuk mengembangkan inovasi berbasis teknologi, khususnya untuk operasional dan pemeliharaan jalan tol.
Baca Juga: Jasa Marga Hadir di Tengah Bencana Banjir dan Longsor, Salurkan Bantuan untuk Kendal dan Pekalongan
Hal ini sebagai upaya dalam mengoptimalkan pelayanan bagi pengguna jalan untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lancar, aman dan nyaman.***