rilis-bumn

Dukung Kesehatan Masyarakat, Waskita Karya Garap Proyek Rumah Sakit di Tanah Air

Senin, 3 Maret 2025 | 14:30 WIB
Waskita Karya terus berkontribusi dalam pengembangan rumah sakit, dari RSCM, Fatmawati hingga Tana Tidung. (DOK.Wakita Karya)

Adapun lingkup pekerjaan Waskita mencakup site development, struktur arsitektur, mekanikal elektrikal, plumbing, serta interior.

Baca Juga: PLN Terapkan Standar Internasional untuk Kesetaraan Gender dan Inklusifitas di Lingkungan Kerja

"Kami bangga bisa menjadi bagian dari pembangunan salah satu rumah sakit terbesar dan terlama di Jakarta yang sudah berdiri sejak tahun 1919. Pak Menteri Kesehatan Budi Guna Sadikin pun mengapresiasi kami yang sudah berhasil menyelesaikan proyek ini dengan baik," jelas dia.

Dirinya mengungkapkan, Gedung Kanigara RSCM sudah difungsikan menjadi Transplantation Center serta Layanan Pusat Pengampu Diabetes Melitus, Urenefro, dan Gastro Hepato. Dimanfaatkan pula sebagai layanan bedah ICU yang terpusat.

Selama masa pandemi Covid-19, lanjut Ermy, Waskita juga berperan dalam pembangunan ruang isolasi. Di antaranya Ruang Rawat Isolasi RSUP Fatmawati, Jakarta.

Baca Juga: Tingkatkan Produksi Migas, PHR Zona 4 dan SKK Migas Gandeng Kepolisian untuk Tekan Angka Gangguan Keamanan

Ruangan yang berada di Gedung Anggrek Lantai VI itu dibangun sebagai tindak lanjut dalam meningkatkan perlindungan dan pelayanan terhadap masyarakat terdampak Covid-19.

Proyek yang dikerjakan selama 30 hari ini memiliki 26 kamar dengan 43 tidur. Lalu ada sekitar lima fasilitas penunjang meliputi laboratorium, nurse station, ruang dokter, dan ruang ganti staff.

"Ruang isolasi tersebut dibangun dengan standar ruang isolasi. Maka terdapat clean room bersistem negative pressure sesuai ketentuan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes)," tuturnya.

Baca Juga: 4 Akuarium Raksasa di Jakarta, Tempat Terbaik Mengenalkan Hewan Laut pada Anak

Ia menambahkan, RS Darurat Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, dibangun pula oleh Waskita guna mengendalikan infeksi penyakit menular.

Proyek tersebut berada di Tower 6 yang memiliki 24 lantai seluas 40.300 meter per segi (m2) dan terdiri dari 650 unit kamar berkapasitas 1.750 pasien.

"RS Darurat Covid-19 dibangun guna mengantisipasi jumlah penderita yang saat itu terus meningkat. Pengerjaan RS tersebut pun dikebut, agar bisa segera digunakan," jelas dia.

Baca Juga: Tingkatkan Produksi Migas, PHR Zona 4 dan SKK Migas Gandeng Kepolisian untuk Tekan Angka Gangguan Keamanan

Sebagai BUMN Konstruksi, tegas Ermy, Waskita terus berkomitmen memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan sekaligus peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur.

Halaman:

Tags

Terkini