Hal ini dapat dicapai dengan menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan secara lingkungan dan sosial, serta memberlakukan nilai-nilai etis.
“Komitmen tersebut kita lakukan secara konsisten dan berkesinambungan. Setiap tindakan nyata menimbulkan dampak yang baik, sedikit demi sedikit akan dampak tersebut akan terasa sehingga memposisikan perusahaan yang awalnya hanya menghasilkan keuntungan menjadi perusahaan yang memiliki nilai,” ujarnya.
PHE WMO melalui program Development of Regenerative Agriculture Through Dry Land Restoration berhasil melakukan aplikasi pertanian regeratif berbasis teknologi tepat guna sebagai upaya rehabilitasi lahan kering di Desa Bandangdaja Kec. Tanjungbumi.
Program ini sukses meningkatkan produktivitas pada 6,7 hektare lahan kering, sekaligus mengoptimalkan 95,8 ton limbah ternak sebagai pupuk organik.
Selain itu, lebih dari 6 ton cocopeat per tahun dimanfaatkan untuk menghemat air melalui sistem pertanian regeneratif berbasis teknologi tepat guna.
Program ini juga mampu mengembangkan budidaya melon dengan sistem Machida yang 1 pohonnya mampu menghasilkan lebih dari 20 buah.
PEP Sukowati Field melalui program Pelangi Pagi - Strengthening The Quality of Elderly Health Based on Empowerment berhasil meningkatkan kualitas hidup lansia melalui program kesehatan dan pemberdayaan di Desa Rahayu, Desa Bulurejo, dan Desa Kebonagung, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Baca Juga: Rekomendasi Wisata Alam Cireong Park, Destinasi Sejuk di Ciamis
Total sebanyak 596 penerima manfaat dari pelayanan posyandu Lansia dan terdapat 20 orang anggota kelompok untuk pengelolaan tanaman dan produk herbal.
PEP Donggi Matindok Field melalui program “Kokolomboi Lestari” A synergy of Local Wisdom and Social Innovation, Building Sustainability and Prosperity for the Togong-Tanga Indigenous Community dan Utilization of Oil and Gas By-product (Biosulfur) as Raw Materials for Biosulfur Fertilizer Donggi Matindok (BIOFERDOM) berhasil melakukan konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat adat di Desa Leme-Leme Darat, Kabupaten Banggai Kepulauan.
Inovasi ini mencakup pengembangan kawasan konservasi berbasis masyarakat adat, pemanfaatan hutan berbasis apikultur, dan pengembangan eko-edu wisata minat khusus.
Baca Juga: Cicilan Emas BSI Alami Kenaikan Drastis, Mencapai 174,32 Persen
Perusahaan melakukan inovasi mesin pasteurisasi dan vacuum cooling untuk mengolah madu hutan yang turut mengadopsi proses produksi di dalam Central Processing Plan, sehingga meningkatkan pendapatan kelompok.